Rencana Kenaikan HET Minyakita masih menunggu pembahasan lebih lanjut di tingkat pemerintah. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Menteri Perdagangan guna membahas arah kebijakan harga minyak goreng rakyat tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Amran usai menghadiri rapat koordinasi terkait stabilisasi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurutnya, keputusan mengenai Kenaikan HET Minyakita tidak bisa diambil secara terburu-buru dan perlu dikaji bersama lintas kementerian.
Amran mengaku baru kembali menjalankan tugas setelah menunaikan ibadah haji. Karena itu, dirinya belum mendalami perkembangan terbaru terkait usulan penyesuaian harga minyak goreng subsidi yang sebelumnya telah disampaikan Kementerian Perdagangan.
Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Hasil pembahasan tersebut nantinya juga akan disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk mendapatkan arahan lebih lanjut sebelum kebijakan resmi diterbitkan.
Menurut Amran, pemerintah perlu melihat kondisi pasar secara menyeluruh sebelum memutuskan Kenaikan HET Minyakita. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah perkembangan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang selama beberapa waktu terakhir mengalami pergerakan cukup dinamis.
Meski demikian, ia menilai harga CPO saat ini masih berada dalam kondisi yang relatif stabil. Karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh data dan kondisi pasar benar-benar dipahami sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Perlu rapat koordinasi terlebih dahulu agar keputusan yang diambil tepat dan mempertimbangkan berbagai aspek,” ujarnya.
Pemerintah Kaji Dampak Harga Minyak Goreng
Rencana Kenaikan HET Minyakita menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Minyakita selama ini menjadi salah satu produk minyak goreng yang banyak digunakan rumah tangga karena harganya lebih terjangkau dibandingkan produk komersial lainnya.
Pemerintah juga harus mempertimbangkan keseimbangan antara harga bahan baku, biaya produksi, dan daya beli masyarakat. Oleh sebab itu, pembahasan mengenai Kenaikan HET Minyakita akan dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan gejolak di pasar.
Hingga saat ini belum ada angka resmi terkait penyesuaian harga yang akan diterapkan. Pemerintah masih menunggu hasil koordinasi antarkementerian sebelum mengumumkan keputusan final kepada publik. Sementara itu, masyarakat diminta menunggu hasil pembahasan yang tengah berlangsung di tingkat pemerintah.





