Top Mortar tkdn
Home Bisnis Kuliner & Resto Stok Cabai Rawit Nasional Membaik, Tekanan Inflasi Pangan Mulai Mereda

Stok Cabai Rawit Nasional Membaik, Tekanan Inflasi Pangan Mulai Mereda

0
Stok Cabai Rawit Nasional Membaik, Tekanan Inflasi Pangan Mulai Mereda (Dok Foto: Bapanas)

Harga cabai rawit nasional mulai menunjukkan tren penurunan pada awal Mei 2026 seiring membaiknya distribusi dan pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi. Kondisi ini membuat Stok Cabai Rawit di berbagai pasar tradisional kembali terjaga setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan saat momentum Ramadan dan Idulfitri.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 12 Mei 2026, harga rata-rata cabai rawit merah nasional kini berada di kisaran Rp63.252 per kilogram. Angka tersebut turun cukup jauh dibandingkan periode menjelang Lebaran ketika harga sempat menembus Rp120 ribu per kilogram di sejumlah daerah.

Turunnya harga cabai rawit dinilai menjadi sinyal positif bagi pengendalian inflasi pangan nasional. Pemerintah menyebut kondisi pasokan saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya ketika cuaca ekstrem dan gangguan hama sempat mempengaruhi produksi petani.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa distribusi cabai rawit kini mulai kembali normal. Arus pasokan dari daerah penghasil utama juga disebut semakin lancar sehingga membantu menekan lonjakan harga di tingkat konsumen.

Menurut Ketut, faktor cuaca masih menjadi tantangan bagi produksi cabai di sejumlah wilayah. Curah hujan tinggi dan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) sempat membuat produktivitas menurun dalam beberapa waktu terakhir.

“Kalau musim hujan dan ada serangan hama memang sedikit mengganggu produksi. Tetapi secara umum kondisi pasokan masih cukup baik,” ujarnya di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Stok Cabai Rawit Mulai Stabil di Berbagai Daerah

Pemerintah memastikan Stok Cabai Rawit secara nasional masih berada dalam kondisi aman. Hal itu terlihat dari penurunan jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga cabai rawit dalam beberapa pekan terakhir.

Data Bapanas menunjukkan jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cabai rawit kini turun menjadi 91 daerah pada minggu pertama Mei 2026. Sebelumnya, pada minggu ketiga April lalu, jumlahnya sempat mencapai 127 daerah.

Penurunan tersebut menunjukkan distribusi antardaerah mulai berjalan lebih efektif. Selain itu, panen dari sejumlah sentra hortikultura juga mulai memasuki pasar sehingga membantu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

Ketut menyebut kondisi Stok Cabai Rawit yang membaik turut berdampak pada terkendalinya tekanan inflasi pangan. Menurutnya, harga cabai memang masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP), namun secara umum sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan masa puncak permintaan sebelumnya.

“Dari sisi inflasi sudah jauh lebih baik. Harga cabai memang masih di atas HAP, tetapi penurunannya sudah sangat besar dibanding sebelum Lebaran,” katanya.

Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah terus melakukan pemantauan intensif terhadap distribusi dan produksi cabai di berbagai wilayah. Koordinasi juga dilakukan bersama para petani serta pelaku hortikultura guna memastikan pasokan tetap tersedia.

Penurunan Harga Cabai Dinilai Berdampak Positif

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat adanya penurunan harga cabai rawit nasional pada minggu pertama Mei 2026. Direktur Statistik Harga BPS, Sarpono, mengatakan rata-rata harga cabai rawit mengalami penurunan sebesar 11,24 persen dibandingkan April lalu.

Menurut Sarpono, kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan pada sisi pasokan serta distribusi komoditas hortikultura di sejumlah daerah.

“Secara nasional harga cabai rawit mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga juga semakin berkurang,” ujarnya.

BPS mencatat pada akhir April terdapat 99 kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan harga cabai rawit. Namun memasuki minggu pertama Mei, jumlah tersebut turun menjadi 91 daerah.

Pemerintah berharap tren penurunan harga dapat terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. Selain menjaga kestabilan harga, keberlanjutan Stok Cabai Rawit juga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan nasional.

Exit mobile version