Bebek Royal Hadirkan 15 Menu Bebek Unik nan Menggugah Selera

0
55

Memiliki hobi wisata kuliner bersama suami tercinta, mendorong Audrey Aishiya terjun membuka bisnis kuliner. Hal tersebut diperkuat dengan kebosanannya bekerja hingga keinginan kuatnya membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Melihat masih belum banyaknya pelaku usaha kuliner bebek di sekitar rumahnya, Audrey memutuskan membuka usaha kuliner bebek yang diberi nama Resto Bebek Royal.

Dalam membangun usahanya, wanita yang pernah bekerja sebagai Corporate Communication Assistant ini mempersiapkan konsep bisnis yang sangat matang. Salah satunya, mengubah stigma daging bebek yang alot dan amis. Untuk hal yang satu ini, Audrey perlu waktu 3-6 bulan hingga didapatkan bebek dengan tekstur daging empuk, gurih dan tidak amis.

Dengan bermodalkan uang Rp 40 juta, Audrey mulai usahanya di Kompleks Taman Royal, Tangerang. Mengandalkan 7 menu utama yang unik dan belum ditawarkan pelaku usaha lain seperti Bebek Goreng Basah, Bebek Goreng Kering, Bebek Gertak Sambal, Bebek Bakar, Bebek Kremes, Bebek Cabai Hijau dan Bebek Penyet menjadikan Resto Bebek Royal salah satu resto bebek yang wajib dikunjungi masyarakat penikmat bebek di kawasan Tangerang.

Bagusnya respons masyarakat penikmat bebek, membuat omset yang diperoleh melebihi target yang ditentukan. Tak heran Resto Bebek Royal bisa balik modal dalam waktu enam bulan. Bukan hanya itu kurang dari dua tahun usaha berjalan, Audrey membuka cabang Bebek Royal dan merekrut lebih banyak karyawan. “Alhamdulillah saat ini sudah berkembang, selain telah memiliki cabang, karyawan yang awalnya 4 sekarang sudah ada puluhan orang,” ujarnya.

Menu Berbeda. Sejalan dengan keinginannya membangun bisnis kuliner yang bereda, selain menawarkan 7 menu utama, saat ini Bebek Royal sadah memiliki 15 varian menu bebek unik dan pastinya menggugah selera. Mulai dari Bubur Bebek sebagai menu sarapan, Bebek Rica-Rica, Soto Bebek, Sate Bebek, Bebek Gertak Sambal hingga menu terbaru yaitu Nasi Bakar Bebek.

Dalam menu terbarunya, Audrey menyajikan menu Nasi Uduk yang ditaburi bumbu ijo yang menjadi bumbu ciri khas Bebek Royal, suwiran daging bebek, serundeng, kemangi, sambal lalu dibungkus dengan daun pisang dan dibakar. “Selain itu kita juga ada ayam kampung dan ikan serta beberapa menu lainnya,” ungkap Audrey.

Berbagai menu tersebut ditawarkan dengan harga terjangkau, seperti misalnya untuk Nasi Goreng Bebek dan Soto Bebek dengan harga Rp 18 ribu, sedangkan untuk bebek tanpa nasi mulai dari Bebek Goreng, Bebek Gertak Sambal dan lainnya dijual dengan harga Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu.

Bebek Kampung Muda. Dalam memilih bebek sebagai bahan baku utama, Audrey dan suami sangat selektif. Bebek yang dipilih adalah bebek kampung muda yang masih dipelihara secara tradisional. Bebek ini dipilih karena memiliki tekstur daging yang lebih empuk sehingga mudah dalam mengolahnya.

Selain bebek, saat ini Audrey juga menjual Bumbu Sambal Gertak yang merupakan perpaduan berbagai rempah yang digunakan untuk mengolah bebek dengan cita rasa yang pedas. Sambal Gertak ini dijual dengan harga Rp 25 ribu per botol. Namun jika membeli 10 akan mendapatkan diskon, sehingga pembelian berikutnya cukup bayar Rp 20 ribu. “Pembelian berikutnya bisa 5 botol dengan harga Rp 20 ribu per botol,” terangnya.

Dengan berbagai kelebihan dalam kualitas rasa yang ditawarkan ditambah motto anti tutup, membuat Bebek Royal yang buka sejak jam 7 pagi hingga 12 malam,  tak pernah sepi pelanggan. Hal tersebut berdampak dari perkembangan usaha dan omset yang didapat tiap bulannya yang mencapai sekitar Rp 300 juta.