Kursus Memasak Digital Bundling Paket Bisnis Diminati Saat New Normal

0
133
Ilustrasi latihan memasak. (bisnisukm)

New normal kembali membangkitkan banyak masyarakat untuk berbisnis, Tak terkecuali di sektor kuliner. Salah satu bisnis yang sedang moncer adalah penawaran kursus kuliner yang dibundling dengan paket usaha yang ditawarkan secara online.

Saat ini sudah  banyak tempat kursus memasak yang membuka kelas paket usaha secara online, yang bisa dipelajari peserta yang ingin belajar memasak untuk membangun usaha di bidang kuliner. Istimewanya lagi, paket kursus tersebut bukan hanya memberikan pelajaran mengenai teknik-teknik memasak saja, tetapi juga memberikan informasi mengenai strategi marketing untuk pemasaran produk kuliner. Untuk paket kursus usaha kuliner, biasanya yang paling digemari adalah kuliner untuk katering, kuliner untuk bakery, dan kuliner untuk gorengan.

Untuk kursus regular, yang hanya mengajarkan praktek memasak untuk satu jenis masakan dengan 4-5 buah kreasi, saat ini masih tetap disukai peserta, terlebih untuk para ibu rumah tangga. Untuk kursus regular, yang masih menjadi trend di kalangan pebisnis jasa kursus memasak adalah pembuatan kue-kue popular seperti Rainbow Cake dan Red Velvet dan aneka jenis gorengan, seperti Risoles, Tahu Kreatif, Pastel, dan lain sebagainya.

Bagi pelaku usaha yang baru merintis bisnis jasa kursus memasak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menembus persaingan bisnis yang semakin ketat. Untuk mengawalinya, pelaku usaha bisa melakukan survai atau mencari informasi usaha sejenis yang menjadi kompetitor terbesarnya. Dari sana pelaku usaha bisa melihat potensi yang belum mereka kembangkan, dan bisa diambil pelaku usaha menjadi konsep bisnisnya.

Setelah itu, pelaku usaha harus menentukan segmentasi pasar, apakah memilih segmen ke bawah, menengah, ataupun ke atas. Karena dari sanalah pelaku usaha bisa menentukan lebih luas konsep yang akan diambilnya, mulai dari materi, penggunaan peralatan, bahan baku praktek, hingga para pengajarnya. Selain itu, pelaku usaha harus bisa membaca pasaran kuliner yang diminati, agar bisa menentukan materi kursus yang menjadi trend di masyarakat. Untuk menjauhi kebosanan peserta dan waktu kursus menjadi terstruktur, ada baiknya jadwal kursus diperbaharui antara 1–2 bulan sekali.

Mengenai perizinan usaha, di awal merintis usaha bisa mengurus perizinan lokasi ke kelurahan dan kecamatan saja. Tetapi jika ingin membangun sekolah khusus memasak yang profesional, pelaku usaha bisa mengurusnya ke Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengenai pembangunan tempat pendidikan nonformal (kursus) yang bersertifikat.

Oleh: Wulan Ayodya

Pakar Kuliner dan Pemilik Kursus Memasak UKMKU

Jalan Poncol Raya No.1 Cirendeu, Lebak Bulus, Tangerang Selatan