Ingin Mandiri, Mantan Karyawan Ini Pilih Jual Lontong Medan yang Manyus

0
1545

 

Keinginan hidup mandiri yakni, berdiri di atas kaki sendiri menjadi alasan kuat bagi Muslimah Soebandono membuka kedai Ketupat Sayur Padang pada Januari 2016. Setelah usahanya berjalan lancar,, akhirnya ia memutuskan berhenti bekerja dan fokus mengembangkan usahanya di depan Alfamidi Tugu Tanah Baru Depok, Jawa Barat.

“Waktu itu mikirnya gak akan selamanya bekerja untuk orang lain dan batas usia produktif pekerja kan cuma sampai 55 tahun dan saya gak mau memulai usaha setelah umur segitu. Saya pikir untuk membangun usaha menjadi besar kan butuh waktu 5-10 tahun. Kalau saya mulai usaha setelah umur 55 tahun fisik dan tenaga juga udah gak memungkinkan,” papar Muslimah.

Ditengah perjalanan usahanya, wanita kelahiran Medan 13 Februari ini memiliki ide untuk menjual Lontong Medan yang masih sangat jarang ditemui di kawasan Depok, dan sekitarnya. “Alhamdulillah respons pelanggan sangat baik, dari mulut ke mulut, pelanggan kita datang dari tempat yang jauh-jauh ada yang dari Serpong, Bekasi bahkan dari Cikarang. Sabtu atau Minggu mereka sempat kan datang hanya untuk makan Lontong Medan kita,” ujarnya bangga.

Namun siapa yang tahu jika pasca setahun usahanya berjalan, usaha yang diberi nama Lontong Medan Kak Imus dan Dapur Muslimah ini terpuruk lantaran terkendala modal. “Nah baru setahun ini kami kembali membuka usaha secara online dengan marketing melalui media sosial, dari rumah di Jl. Muhammad Alif No 53 Kukusan Beji Depok, Jawa Barat,”  ujar pemilik akun FB: Muslimah Soebandono, dan IG: @umi.almaira.

Kali ini bukan hanya Lontong Medan saja, melainkan berbagai macam jenis kuliner bisa dihadirkan Muslimah atas permintaan pelanggan setianya seperti Lontong Medan, Mie Gomak, Soto Medan, Snack Box, Nasi Box, Aneka Kue Basah, Aneka Kue Kering, Karipap Frozen, Risoles Frozen, Aneka Sambel Botolan, Kering Kentang/Kentang Mustofa.

Harga cukup terjangkau sekitar Rp.15-20 ribu untuk Mie Gomak, Lontong Medan dan Soto. Sedangkan untuk Snack Box Rp.12-20 ribu, Nasi Box Rp.25-45 ribu, kue kering Rp.90-120 ribu/toples. Ada juga ada aneka sambel botol Rp.25-30/botol.. “Alhamdulillah masing-masing produk ada pasarnya sendiri-sendiri,” ujarnya.

Muslimah mengatakan berbagai macam produk yang dijualnya ia menggunakan bahan-bahan berkualitas sehingga menghasilkan cita rasa khas tersendiri. “Kalau orang makan pasti bisa mengenali itu produk kita,” paparnya.

Meski mengandalkan pesanan melalui media sosial dan marketing dari mulut ke mulut, namun ia memiliki pelanggan yang cukup loyal. Bagi yang tertarik mencicip Lontong Medan dan aneka produk lainnya bisa menghubungi 083804410671.

Ia pun berharap dapat mengembangkan usahanya lebih besar, yang belum bisa dilakukannya saat ini karena terbatasnya modal. Ia meyakini jika usahanya memiliki keunikan dan cita rasa khas yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

Dari pengalamannya memulai usaha dari seorang yang masih berprofesi sebagai karyawan saat itu,  mengatakan jika perlu bulatkan tekad dan langsung action saat akan memulai usaha. “Jangan pakai nanti-nanti atau nunggu modal banyak dulu. Karena kita belum tahu kondisi kalau kita belum memulainya. Yang penting kita selalu optimis dan semangat,” tutupnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.