Gurihnya Bisnis Abon Lele Aneka Rasa

0
51

 

Perkembangan dunia kuliner tanah air saat ini sangat pesat. Berbagai inovasi dan kreativitas menghasilkan menu-menu unik dan baru serta enak, hampir setiap hari muncul tiada hentinya. Dan, semakin unik sebuah menu, semakin laris di pasaran, apalagi disertai dengan cita rasa yang nikmat. Salah satu menu yang dapat dikatakan unik atau bisa dibilang inovatif adalah Abon Lele. Bila biasanya abon dibuat dari bahan dasar daging sapi, dengan sedikit kreativitas, abon ternyata bisa juga dibuat dari bahan dasar daging ikan Lele.

Abon Lele produksi Dab Subur dengan brand Abon Leker, yang merupakan kepanjangan dari Abon Lele Kremes. Pemberian nama ini mewakili tekstur abon yang tidak umum. Jika umumnya abon berbentuk serat, tetapi Abon Leker merupakan kombinasi dari abon ikan berbentuk serbuk halus ditambah dengan kremes kentang.

Varian Abon. Selain menggunakan bahan baku ikan Lele, abon ini juga memiliki tiga varian rasa yaitu abon rasa gurih atau abon yang tidak menggunakan cabai, abon rasa pedas adalah dengan menggunakan tambahan cabai dan abon rasa ekstra pedas yaitu abon yang menggunakan tambahan bahan baku cabai yang lebih banyak dari abon rasa pedas.

Abon ini sendiri dibuat untuk menyasar konsumen yang menyukai makanan yang gurih dan juga pedas. Dan abon lele ini biasanya sebagi lauk disajikan bersama nasi atau ditambahkan pada mie. Harga abon dari ikan Lele ini tidak jauh berbeda dari harga abon berbahan daging sapi. Harga Abon Lele kemasan kecil isi 100 gr hanya Rp 18 ribu dan Rp 38 ribu untuk kemasan besar isi 250 gr.

Cara Membuat. Proses membuat Abon Lele tidak jauh berbeda dengan abon kebanyakan. Yang perlu dipersiapkan adalah bahan baku 1 kg lele yang telah dibersihkan dengan air mengalir, lalu lele dicampur dengan daun jeruk agar tidak berbau amis. Bahan baku lain yang diperlukan ialah kentang yang sudah dicuci bersih lalu diiris kecil, 25 gram bawang merah dan putih, 0,3 kg gula merah, garam secukupnya dan minyak goreng.

Setelah bahan baku siap, selanjutnya lele dikukus selama lebih kurang 30 menit. Lele kemudian ditiris dan di-fillet (isahkan daging ikan lele dari kepala, kulit, dan duri) setelah selesai kemudian daging diperiksa kembali tujuannya agar daging lele sudah benar-benar bebas dari duri, kepala dan kulitnya.

Selanjutnya meracik bumbu, yaitu bawang putih, gula merah dan garam dihaluskan lalu dicampur menjadi satu pada daging Lele yang sudah dipisahkan dari tulangnya lalu aduk rata.

Kemudian goreng dengan minyak panas, sampai berwarna kecokelatan, dan campurkan bawang merah goreng dan irisan kentang, aduk terus hingga kering dan berwarna cokelat cerah, angkat dan  tiriskan.  Setelah Abon Lele dingin kemudian lakukan penirisan dengan mesin untuk mengeluarkan minyaknya dan Abon Lele siap dikemas.

Pemasaran. Karena Abon Lele aneka rasa ini merupakan salah satu menu variasi baru, pemasarannya harus lebih digencarkan agar cepat dikenal luas. Ada beberapa cara pemasaran yang bisa dilakukan, yang pertama dengan menyebar brosur di jalan, kampus, daerah perkantoran atau tempat ramai lainnya. Dalam brosur tersebut dilengkapi dengan daftar menu serta harga dari menu yang ditawarkan.

Selain menyebar brosur, cara lain yang bisa dilakukan ialah dengan memberikan tester pada awal membuka gerai, agar konsumen tahu seberapa enak rasa Abon Lele yang tawarkan atau disajikan sehingga pengunjung selalu penasaran dan selalu ingin menikmati menu yang sudah dicobanya dan ingin kembali lagi. Pemasaran lain yang juga bisa dilakukan ialah dengan menggunakan media internet.

Yang tak kalah efektif dan  lebih memikat konsumen, serta membuat konsumen lebih betah berlama-lama dalam menikmati menu yang disajikan, adalah dengan cara menyajikan konsep resto yang lebih nyaman. Bisa ditambah dengan konsep lesehan di dalamnya sehingga terjalin suasana keakraban ketika konsumen menikmati Abon Lele yang disajikan.

Agar konsumen tidak mudah beralih ke produk lain, sebaiknya pelaku usaha tetap mempertahankan kualitas rasa abon. Selain itu, yang perlu dipertahankan ialah kenyaman dan keindahan tempat usaha sehingga saat pelanggan menikmati Abon Lele tersebut merasa betah berlama-lama.

Kendala dan Prospek. Setiap usaha tentunya tidak terlepas dari kendala. Dan kendala yang paling umum dalam usaha kuliner dengan menu baru biasanya terletak pada pemasaran karena masih kurang dikenal luas. Untuk itu sebaiknya promosi untuk menu baru ini harus lebih diperkuat.

Sementara dari segi prospek, usaha di dunia kuliner sangat menjanjikan, tergantung pada bagaimana mempromosikan, menyajikan dan melayani para konsumen, serta paling utama adalah kreativitas yang tiada henti. Karena setiap konsumen atau pengunjung biasanya selalu ingin dimanjakan dengan pelayanan yang optimal dan rasa makanan yang dapat membagkitkan selera.

 

oleh: Wijayandaru Wisnu Utomo

Pemilik CV. Dab Subur (abon lele)

Vila lele, Kampung ci aul desa Cisondari, Kec.Pasir jambu, Kab.Bandung

Widey Jawa Barat

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.