Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis Kuliner & Resto Kiat Berbagi Tempat Usaha dengan Pebisnis Lain

Kiat Berbagi Tempat Usaha dengan Pebisnis Lain

0
Food court (dok lh3.googleusercontent.com)

 

Membuka uasha di kantin perkantoran sangat ideal. Pasarnya sudah jelas, captive market, yaitu para pekerja kantoran di sekitar yang membutuhkan makan siang. Mereka tidak banyak pilihan karena terbatas dengan lamanya waktu istirahat kerja. Kalau kemudian banyak pedagang lain yang ikut jualan, ini sesuai dengan ungkapan “ada gula ada semut”.

Semakin banyak gula semakin banyak pula semutnya. Kehadiran pedagang lain seperti penjual Mie Ayam dan Bakso memang bisa menambah jumlah pengunjung. Karena di ilmu bisnis rumah makan, tempat yang tampak ramai dikunjungi orang, justru akan semakin menarik banyak pengunjung. Banyaknya antrean, pelanggan berjubel justru menjadi daya tarik sebuah rumah makan. Apalagi orang membeli makanan suka variasi, ganti-ganti menu. Dengan banyak pedagang makanan, menjadikan semacam pusat makan siang. Sebaliknya rumah makan yang sepi akan membuat orang lain tidak tertarik datang. Orang yang menoleh akan berpikir kalau masakannya tidak enak.

Memang, kalau kita membuka usaha dan belum banyak pelanggan, dapat mendekati tempat lain yang laris dengan tujuan mendapat limpahan pelanggannya. Inilah kondisi yang terjadi di tempat makan Anda. Di awal, kehadiran penjual Mie Ayam dan Bakso tampak mendompleng keramaian tempat makan Anda. Selama kapasitas tempat duduknya masih sisa tentu hal ini tidak masalah.

Kehadiran penjual yang lain akan membuat tempat makan kita sebagai pusat tempat makan siang dan pelanggan tentu akan makan secara bergilir karena ingin ganti menu tiap hari. Namun memang dalam perkembangannya, kapasitas tempat duduk ini menjadi kurang. Akibat negatifnya, tempat duduk di tempat makan Anda menjadi penuh. Ini membuat banyak pengunjung membatalkan niat makannya dan beralih ke tempat lain. Anda tentu saja merasa win lose, merasa dirugikan. Lalu bagaimana solusinya?

Pertama, bicarakan baik-baik dengan pedagang Mie Ayam dan Bakso tadi tentang masalah tempat duduk pelanggan mereka. Kemukakan kalau selama ini banyak pelanggan Anda yang pergi karena tidak kebagian tempat duduk. Lalu minta solusi pemecahan masalah bersama. Untuk itu arahkan ke pedagang Mie Ayam dan Bakso kalau mereka juga harus bisa menyediakan kursi atau meja yang mencukupi bagi pelanggannya. Untuk tahap awal ini yang penting, lakukan negosiasi yang bersahabat dengan para pedagang tadi.

Gunakan prinsip win-win solution. Prinsip ini terjadi kalau mereka tetap bisa berjualan dan menyediakan kursi untuk pelanggannya masing-masing. Sarankan mereka menyediakan tempat duduk yang bisa muat banyak. Misalnya bangku panjang. Kalau mereka menyediakan kursi sendiri tentu pelanggannya tidak akan mengambil jatah kursi buat pelanggan Anda.

Kedua, jika kapasitas ruang tempatnya memang sudah terbatas, sarankan kepada para pedagang Bakso dan Mie Ayam untuk menawarkan pilihan baru yaitu beli untuk dibungkus (take a away). Misalnya, pakai mangkuk plastik dan pelanggan disarankan membawa untuk makan di kantornya. Cuma ini kalau dimungkinkan, meski pilihan ini agak sulit bagi konsumen. Dengan menyiapkan menu siap bungkus pas jam makan akan mengurangi kapasitas duduk. Jadi hanya menambah tawaran menu bagi para pedagang yang ada.

Cara ketiga kalau pedagang Bakso dan Mie Ayam tidak bisa menyediakan tempat duduk sendiri adalah sistem pembagian tempat duduk. Ada porsi tempat duduk yang hanya khusus untuk pelanggan tempat makan Anda. Di tiap meja bisa ditulis semacam papan kecil dengan tulisan “Maaf, meja ini khusus untuk pelanggan rumah makan Bu Intan”. Memang cara ini kurang mengenakkan hati para pedagang Mie Ayam atau Bakso tadi. Yang penting lakukan dengan menginformasikan lebih dulu dan membagi meja secara adil dengan para pedagang tadi.

Kalau cara ketiga masih seringkali diterobos pelanggan makanan yang lain, maka solusi berikutnya adalah memasang semacam sekat. Papan sekat ini membatasi gerak pembeli lain yang sekadar menumpang makan di tempat makan Anda. Jadi pembeli yang makan bukan dari tempat makan Anda tidak bisa melewati sekat ini. Sekali lagi ini cara terakhir yang ditempuh kalau pedagang Bakso dan Mie Ayam tadi tidak bisa mencoba memenuhi alternatif satu dan kedua di atas.

Harapan kita tentu pedagang Bakso dan Mie Ayam bisa terlebih dulu menambah kapasitas tempat duduk. Yang penting lakukan semua ini dengan win-win solution demi terciptanya hubungan yang baik antara pedagang dan tempat makan Anda. Sampaikan secara simpatik dengan mengatakan kerugian Anda saat ini. Komunikasi terbuka dan perasaan sebagai teman atau saudara sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah ini. Selamat mencoba.

 

oleh: ISTIJANTO OEI

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku “Jurus–jurus Sakti Wirausaha

www.istijanto.com

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version