Yuks Bisnis Pangkas Rambut Mulai dari Rp 18 Juta

0
1673

Salon pangkas rambut pria atau yang lebih dikenal dengan istilah barbershop memang tengah popular di masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Meski telah banyak bermunculan barbershop namun selalu ada celah yang dapat dikembangkan, terlebih jika melihat pangsa pasarnya yang sangat besar.

Adalah Radityo Akhmedia Fauzie salah satu yang jeli melihat peluang dibidang jasa pangkas rambut pria dengan membuka salon khusus pria yang diberi nama Moxie Barbers pada Maret 2011 di Jatinangor, Bandung.

Dikatakan pria yang kerap disapa Radit ini mengaku tertarik menggeluti usaha barbershop karena selain pangsa pasarnya yang besar dan bukan termasuk usaha musiman, Radit mengaku tertarik karena belum ada tempat pangkas rambut pria di sekitar kampusnya di bilangan Jatinangor.

“Saya pikir kenapa tidak saya mendirikan sendiri tempat pangkas rambut yang lebih rapih dan nyaman terutama untuk mahasiswa sekitar Jatinangor yang terdapat beberapa kampus,” ujarnya.

Benar saja, karena minim pesaing Moxie Barbers langsung mendapat respons yang positif dari masyarakat. Belum banyaknya pelaku usaha sejenis membuat Moxie Barbers mendapat respons yang positif dari masyarakat. Tidak heran bila dalam waktu singkat Moxie Barbers sudah sangat familiar di sekitar lokasi usahanya. Dengan semakin dikenalnya Moxie Barbers tawaran kerjasama mulai banyak bermunculan, kebetulan Radit memang ingin melebarkan sayap usahanya lewat kerjasama waralaba.

Radit lantas bergegas mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan seperti membuat SOP (Standard Operating Procedure), dan mendaftarkan brand Moxie Barbers ke Ditjen HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Sejak dimitrakan pada Mei 2012 kini Moxie Barbers telah memiliki 17 Terwaralaba yang terletak di bandung, Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, dan Lampung.

Seperti barbershop pada umumnya, Moxie Barbers menghadirkan suasana yang bersih dan nyaman dilengkapi dengan AC dan TV agar pelanggan yang menunggu giliran tidak merasa bosan. Selain itu tenaga stylist (tukang cukur) sudah sangat terlatih sehingga hasil potongan yang dihasilkan juga rapih.

“Kita selalu up to date soal gaya rambut yang sedang trend di masyarakat,” ujarnya berpromosi.

Moxie Barbers melayani Cukur Rambut, Cukur Kumis, Cukur Jenggot, dan Pijat. Dikatakan Radit awalnya Moxie Barbers juga menawarkan layanan Cuci Rambut, tapi karena maintenance yang sulit bagi beberapa Terwaralaba, maka Radit memutuskan untuk menghilangkan layanan tersebut. Tarif yang dikenakan juga cukup terjangkau menyesuaikan dengan lokasi yaitu berkisar Rp 10-15 ribu tergantung jasa yang diinginkan.

Dengan semua keunggulan tersebut tidak heran bila Moxie Barbers yang beroperasi mulai pukul 09.00– 21.00 ini minimal mampu menjaring minimal 20 pelanggan dengan omset mencapai Rp 10 juta/bulan.

“Omset setiap cabag berbeda-beda tergantung lokasi dan jumlah karyawan,” ujar suami dari Nuri Dzulfiani ini.

Investasi.

Moxie Barbers memberikan 2 pilihan paket investasi yaitu Paket Silver senilai Rp 18 juta dan Paket Gold sebesar Rp 35 juta. dari investasi tersebut Terwaralaba akan mendapatkan semua peralatan yang dibutuhkan untuk membuka usaha barbershop. Yang membedakan adalah untuk paket Paket Gold mendapatkan kursi hidrolik, TV LED, dan AC. Terwaralaba juga tidak perlu bingung mencari tenaga pangkas rambut, pasalnya Radit telah mencarikan tenaga pangkas rambut yang telah terlatih.

Investasi tersebut belum termasuk sewa tempat minimal seluas 3×3 m² dan berlaku untuk kontrak kerjasama selama selama setahun yang dapat diperpanjang dengan membayar franchise fee sebesar Rp 4 juta untuk smasakerjasama setahun kemudian. Selanjutnya untuk produk pelengkap barbershop seperti vitamin rambut, shampoo, minyak rambut, hingga pomade Terwaralaba bebas membeli di lokasi masing-masing.

“Dengan begitu maka akan lebih efisien karena Terwaralaba tidak perlu menunggu kiriman dari pusat,” terangnya.

Yang menarik Terwaralaba tidak dikenakan royalty fee setiap bulannya sehingga semua keuntungan menjadi milik Terwaralaba sepenuhnya. Menyoal target balik modal, Terwaralaba Moxie Barbers di prediksi mampu balik modal dalam setahun. Dengan asumsi Terwaralaba mampu memenuhi target omset sebesar Rp 10 juta/bulan yang setelah dikurangi biaya sewa tempat dan biaya operasional lainnya maka Terwaralaba akan mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp 3 juta/bulan atau sekitar 30% dari omset.

“Dalam prakteknya banyak Terwaralaba Moxie Barbers yang sudah balik modal kurang dari setahun,” ujarnya bangga.

Guna dapat mencapai target balik modal tersebut pria yang hobi berolahraga ini menyarankan Terwaralaba memilih lokasi yang strategis seperti dekat pemukiman, sekolah, kampus, ruko pinggir jalan, atau mall.

“Lokasinya harus mudah terlihat oleh terlihat oleh orang yang lalu-lalang,” sarannya.

Sistem Pengawasan.

Bagi para karyawan yang ingin menggeluti usaha barbershop namun tidak memilik banyak waktu untuk mengawasi dan mengontrol gerainya tidak perlu khawatir, pasalnya Radit memberikan beberapa solusi yang dapat di terapkan sesuai dengan kebutuhan Terwaralaba. Beberapa opsi tersebut adalah dengan memasang kamera CCTV sehingga Terwaralaba dapat tetap memantau gerainya meski tengah berada di kantor.

Selanjutnya adalah dengan mesin kasir yang mencatat semua pemasukan dan pengeluaran sehingga karyawan tidak mungkin berbohong. Dengan sistem pengawasan tersebut maka Terwaralaba dapat bekerja dengan tenang tanpa harus mengkhawatirkan karyawannya melakukan kecurangan.

“Operasionalnya juga enggak ribet dan mudah dijalankan oleh karyawan, sehingga Terwaralaba tinggal mencatat keuangannya saja,” ujarnya.

Support dan Promosi.

Sulung dari 3 bersaudara ini mengatakan akan selalu memberikan support kepada Terwaralaba seperti memberikan konseultasi, pendampingan, dan pelatihan secara berkala bagi Terwaralaba agar dapat meningkatkan kualitas.

“Jika Terwaralaba mengalami kesulitan seperti susah mendapatkan pegawai maka akan saya bantu mencarikan,” ujarnya.

Sedangkan untuk promosi Radit masih mengandalkan media social seperti facebook, twitter, dan membuat website http://www.moxiebarbers.com. Kedepannya Radit mengaku tertarik untuk promosi dengan memasang iklan di media cetak, dan mengikuti pameran waralaba.

“Rencanaya saya berencana untuk memasang iklan di media cetak dan mengikuti pameran waralaba agar dapat menjaring lebih banyak Mitra,’ pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.