Kesulitan Masa Lalu Menampa Anak Miskin Menjadi Pemilik Klinik Kecantikan Sukses

0
16653

Jangan melihat seseorang setelah ia sukses. Tengoklah perjalanan hidup dan proses yang harus dilaluinya hingga ia mencapai kesuksesan yang sempurna. Dialah dr. Richard Lee, MARS, dipl. AAAM, seorang anak miskin yang melalui berbagai kesulitan hidup dimasa kecilnya. Namun dengan tekad kuat, ia berjuang demi masa depan yang lebih baik.

Richard Lee demikian nama lengkap pria kelahiran Medan, 11 Oktober 1985 yang besar di Palembang. Rachard begitu ia disapa menceritakan betapa dramatisnya kehidupan yang dilaluinya kala kecil. Richard lahir dari keluarga yang tidak mampu, bahkan terbilang sosial ekonomi rendah.

Ia tinggal bersama keluarganya di lantai paling atas rumah susun yang notabane menjadi tempat termiskin. Meski hidup serba kesusahan, orang tua Richard selalu berusaha memberikan yang terbaik, terutama dalam hal pendidikan.

Richard tak pernah lupa jika setiap awal sekolah, ia selalu melihat orangtuanya menghadap Pastur Paroki untuk memohon pengurangan biaya sekolah, baik uang tahunan ataupun SPP. Hal tersebut berlangsung dari SD hingga SMA (SD Xaverius 4, SMP dan SMA Xaverius 1). “Orangtua selalu mengharapkan pengurangan biaya dari yayasan dan pinjaman dari tempat lain,” ujar Richard mengenang.

Kesulitan hidup yang dialami orangtua dipeparah dengan kenyataan Richard bukanlah anak berprestasi di sekolah. Prestasinya terbilang berada di peringkat buntut. “Dulu saat SMP pernah ranking 28 dari 32 siswa,” tambahnya.

Titik Balik

Namun jalan hidup Richard berubah saat ia duduk di bangku SMA. Entah apa yang membuatnya berubah menjadi anak yang rajin belajar. Bahkan di mata pelajaran yang umumnya menjadi “musuh” sebagian siswa yakni matematika dan fisika, ia selalu mendapatkan nilai yang sempurna. Hingga akhirnya ia diikutkan kompetisi Olimpiade Matematika dari sekolahnya.

Sontak hal tersebut membuat bangga dan menjadi motivasi yang terus menerus menyemangati setiap langkahnya. Keseriusannya berlajat Matematika membuatnya menjadi siswa yang mewakili Kota Palembang dalam ajang Kompetisi Olympiade Matematika tingkat Nasional.

Memasuki kelas 3 SMA, saya sadar bahwa saya dari keluarga miskin, dan tidak mungkin mengambil kuliah jurusan matematika. Sehingga ia memutuskan untuk menjadi dokter. Banyak guru menyayangkan keputusannya, mengingat bakatnya di bidang matematika yang cukup gemilang.

“Tapi saya yakin menjadi dokter akan membuka gerbang baru bagi saya,” katanya.

Khawatir Richard putus kuliah di tengah jalan, orangtuanya sempat tak menyetujuinya mengambil kuliah kedokteran, Maklum biaya kuliah di fakultas kedokteran yang lebih mahal dari bidang lainnya.

“Saya sempat menangis saat itu, hingga akhirnya orangtua mengiizinkan namun hanya boleh ambil kedokteran di kota Palembang, tempat saya tinggal. Singkat kata pada tahun tersebut saya lulus Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dengan jalur SPMB. Dan orangtua sangat bangga saya bisa menyandang gelar dokter,” jelasnya.

Namun dibalik kebanggan sang orangtua, ada jasa besar, jerih payah dan kerja keras orangtua selama membiayai Richard kuliah.

“Pada saat itu, uang masuk kedokteran UNSRI Rp 10 juta dan SPP Rp 240 ribu/semester. Lagi-lagi orangtua saya rutin menghadap rektor agar dapat mencicil uang masuk kuliah selama 2 tahun,” paparnya.

Pasca menjadi dokter, Richard masih miskin, tidak ada rumah (masih sewa) dan kendaraan. Namun kehidupan mulai membaik setelah ia berkarir sebagai dokter di tahun 2009 di salah satu perusahaan di Sinarmas Group di Palembang.

Merintis karir dari bawah, hingga akhirnya ia dipercaya menjadi Direktur Utam satu anak perusahaan Sinarmas bagian kesehatan di tahun 2011. Perlahan ia dapat membeli rumah dan kendaraan, sampai akhirnya ia  mendirikan klinik kecantikan.

Kecantikan dengan Bahan Alami

Inspirasinya merintis usaha klinik kecantikan datang dari sang istri dr. Reni Effendi. Ada hal menarik yang membuat klinik kecantikan yang diberi nama Athena itu diminati masyarakat. Sang istri selalu berusaha membuktikan cantik dengan cara yang benar.

“Bukan hanya bisnis kecantikan instan. Beliau memberikan filosofi tentang kecantikan yang sesungguhnya. Saya hanya mengembangkan konsep beliau,” ujar pria yang hobi nonton, dan mengajar ini.

Richard yang saat kecil bercita-cita menjadi penemu (professor), belum sempat mencapai cita-citanya tersebut karena kondisi ekonomi keluarga yang menyebabkannya kuliah dengan mengambil jurusan kedokteran daripada bidang science (matematika).

“Karena saya berfikir jadi dokter akan kaya, tapi ternyata salah ya. Jadi dokter kamu gak akan kaya, tapi paling tidak, memang gak ada dokter yang miskin,” tegasnya.

Lebih lanjut Richard mengatakan untuk menjadi kaya diperlukan karya, ide dan gagasan yang baru, disertai kerja keras, maka profesi apapun akan bisa sukses.

“Saya sudah membuktikan hal ini, baik sebagai Direktur kesehatan perusahaan ataupun sebagai pemilik klinik kecantikan, yang notabene berbeda aliran, namun dengan ide dan gagasan serta karya, maka akan menghasilkan kesuksesan,” ungkap ayah 2 anak ini.

Salah satu keunggulan Klinik Kecantikan Athena adalah treatment dengan bahan-bahan alami. Ia menyebut beberapa contohnya seperti glowing treatment yang cukup legendaris menggunakan fermentasi labu kuning, treatment untuk jerawat menggunakan fermentasi beras hitam, treatment untuk mencerahkan wajah dengan menggunakan ekstrak kiwi dan tomat, serta menggunakan DNA salmon untuk menghilangkan flek wajah.

“Skincare kami menggunakan bahan alami dengan menggunakan ekstrak timun, sari kayu manis terbaik, ekstrak kiwi, dan lain-lain, sehingga terjamin aman dan nyaman digunakan jangka panjang,” imbuhnya.

Ia pun dapat merasakan kerja keras dan karya yang telah ditorehkannya di klinik kecantikan bersama sang istri. Kini Klinik Kecantikan Athena memiliki 3 klinik dimana 2 di kota Palembang (pusat) dan 1 di kota Medan. “2019 ini kita akan buka di Jakarta dan selanjutnya di kota besar lainnya,” janjinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.