4 Strategi Serikat Buruh Dapat Solid dan Berkembang

0
2249
Serikat Pekerja Nasional (SPN). (IST)

Berempat.com – Serikat buruh merupakan wadah yang semestinya dapat mengambil andil dalam upaya membela dan menyejahterakan pekerja atau buruh. Karena itu, menurut Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Hubungan Industri Kementerian Ketenagakerjaan Aswansyah, serikat buruh perlu menerapkan 4 strategi pengembangan organisasi agar serikat buruh dapat berperan maksimal.

Pertama, menurut Aswansyah, solidaritas dan soliditas organisasi perlu untuk dioptimalkan. “Perlu dipertanyakan apakah SP/SB sudah dapat memenuhi ekspektasi anggotanya dengan kenyataan jumlah anggotanya semakin berkurang? Ini PR buat FSB, LEM, SPSI, ” ujar Aswansyah beberapa waktu lalu di Jawa Tengah.

Kesuksesan sebuah serikat buruh juga dapat dilihat dari program kerja yang dimiliki. Karena dengan program kerja yang baik maka serikat buruh dinilai dapat menjalankan peran dalam melindungi, membela kepentingan, dan meningkatkan kesejahteraan buruh atau pekerja dan keluarganya.

“Namun FSP LEM SPSI juga dituntut bertanggung jawab untuk menjamin kepentingan yang lebih luas, yakni kepentingan bangsa dan negara, dalam kerangka hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan,” sambung Aswansyah.

Kedua adalah membentuk sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan kompeten. Aswansyah menegaskan, para pengurus di serikat buruh harus memiliki kualitas mumpuni dan menjalankan hubungan industrial yang sudah dikelola secara kredibel dan akuntabel.

Karena itu diperlukan SDM hubungan industrian yang tidak hanya memiliki kompetensi pembinaan, tetapi juga kompetensi pelasanaan yang diperlukan para praktisi.

“Pengurus juga harus membekali diri dengan kemampuan substabtif yang holistik dan kemampuan berbahasa asing,” terangnya.

Ketiga adalah meningkatkan layanan dan memangkas regulasi, dan yang utama menyederhanakan birokrasi yang tidak sesuai tantangan saat ini.

Dan keempat bagaimana peraturan perundang-undangan, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) dapat diimplementasikan di masyarakat.

“Jangan AD/ART hanya kamuflase saja, tetapi dalam pelaksanaanya tidak bisa dilakukan dengan baik. Kami berharap AD/ART dapat memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi anggotanya,” ungkap Aswansyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.