Beli BBM Ganjil Genap Diperpanjang di Bali, Stok Pertalite Ditambah 48 Juta Liter

0
30
Beli BBM Ganjil Genap Diperpanjang di Bali, Stok Pertalite Ditambah 48 Juta Liter
Beli BBM Ganjil Genap Diperpanjang di Bali, Stok Pertalite Ditambah 48 Juta Liter (Foto Ilustrasi, SPBU Pertamina/Dok Foto: Pertamina)
Pojok Bisnis

Pemerintah Provinsi Bali memperpanjang kebijakan Beli BBM Ganjil Genap untuk pembelian Pertalite hingga Jumat (23/10/2026). Kebijakan ini diterapkan untuk membantu mengendalikan antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sekaligus memberi waktu bagi pemerintah dan Pertamina untuk memulihkan kelancaran distribusi bahan bakar di Pulau Dewata.

Aturan tersebut sebelumnya berlaku pada 17–19 Oktober 2026. Gubernur Bali Wayan Koster memutuskan memperpanjang pelaksanaannya dengan mempertimbangkan kondisi pasokan dan antrean kendaraan di lapangan. Pemerintah daerah akan mengevaluasi kebijakan tersebut sesuai perkembangan situasi.

Gangguan distribusi sempat terjadi akibat keterlambatan bongkar muat kapal pengangkut BBM. Kondisi itu membuat persediaan bahan bakar di Bali menurun hingga diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga sampai empat hari. Dampaknya, antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU.

Pemerintah Tambah Kapal dan Cadangan BBM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah tambahan untuk menjaga pasokan tetap aman. Salah satunya melalui penambahan kapal pengangkut BBM dari tiga unit menjadi tujuh unit agar pengiriman bahan bakar ke Bali berlangsung lebih cepat.

PT Mitra Mortar indonesia

Bahlil juga meminta Pertamina meningkatkan cadangan BBM dari rata-rata 11–12 hari menjadi 15 hari. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat koordinasi distribusi BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

“Sekarang cadangan di Bali rata-rata 11 hari atau 12 hari, saya tingkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah tujuh untuk menyuplai BBM,” ujar Bahlil, dikutip Antara.

Selain memperkuat armada laut, Pertamina Patra Niaga menambah persediaan Pertalite hingga total 48 juta liter. Pasokan tersebut dikirim secara bertahap sejak 7 Oktober hingga 17 Oktober 2026.

Distribusi ke SPBU Dipercepat

Upaya pemulihan juga dilakukan dengan menambah truk tangki untuk mempercepat pengiriman BBM dari terminal ke SPBU. Terminal BBM dan SPBU turut dioperasikan selama 24 jam guna memperlancar penyaluran kepada masyarakat.

Pasokan Bali saat ini ditopang dua terminal utama, yakni Terminal BBM Manggis di Karangasem dengan cadangan sekitar 11 hari serta Terminal BBM Sanggaran di Denpasar yang memiliki persediaan untuk empat hingga lima hari.

Melalui kombinasi penambahan pasokan dan kebijakan Beli BBM Ganjil Genap, pemerintah berharap antrean berangsur berkurang dan kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap terpenuhi.

Rapat koordinasi penanganan distribusi tersebut dihadiri Bahlil, Wayan Koster, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, perwakilan kepolisian dan TNI, serta jajaran BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga. Pemerintah menegaskan pemantauan akan terus dilakukan agar distribusi BBM di Bali kembali stabil.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan