Top Mortar tkdn
Home Ekonomi Pengembangan Industri Halal Terbuka Lebar, Generasi Muda Diminta Berani Berinovasi

Pengembangan Industri Halal Terbuka Lebar, Generasi Muda Diminta Berani Berinovasi

0
Pengembangan Industri Halal Terbuka Lebar, Generasi Muda Diminta Berani Berinovasi (Dok Foto: Kemenperin)

Kementerian Perindustrian melihat generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan industri halal di Indonesia. Besarnya pasar domestik dan peluang ekspor membuat sektor ini semakin terbuka bagi anak muda untuk mengembangkan inovasi, membangun usaha, hingga menciptakan produk industri yang mampu bersaing di pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, masa depan industri nasional sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan konsumen. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus keberanian untuk menciptakan gagasan baru.

Hal tersebut disampaikan Agus dalam rangkaian Industrial Festival 2026 melalui Kuliah Umum bertajuk “Make Your Move: Your Journey to the Future of Industry” di Jakarta, Kamis (24/9). Ia mendorong anak muda agar tidak berhenti sebagai konsumen, tetapi mulai mengambil peran sebagai inovator, wirausaha, pencipta teknologi, serta pemilik jenama nasional.

Menurut Agus, pengembangan industri halal menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk membangun bisnis bernilai tambah. Peluangnya mencakup makanan dan minuman, fesyen, farmasi, kosmetik, hingga berbagai produk manufaktur lainnya.

Pasar Halal Indonesia Punya Potensi Besar

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari mengungkapkan, industri halal telah memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor Industri Pengolahan Nonmigas (IPNM). Kontribusinya mencapai 50,55 persen atau setara sekitar Rp1.102 triliun.

Potensi pasar dalam negeri juga menjadi modal penting bagi pengembangan industri halal. Indonesia memiliki sekitar 252,8 juta penduduk muslim atau 87,14 persen dari total populasi. Pada semester I 2026, konsumsi rumah tangga masyarakat muslim diperkirakan mencapai Rp5.974,9 triliun.

Dari sisi perdagangan, ekspor produk industri halal Indonesia pada semester I 2026 tercatat sekitar USD35,72 miliar. Industri makanan dan minuman menjadi penyumbang terbesar, disusul tekstil dan pakaian jadi, kulit dan alas kaki, farmasi, serta perlengkapan rumah tangga.

Emmy menilai besarnya pasar domestik dan kapasitas produksi nasional perlu dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai halal global. Karena itu, pengembangan industri halal perlu diarahkan pada peningkatan kualitas, inovasi, produktivitas, dan daya saing produk.

Industri Halal Terus Tumbuh di Pasar Global

Peluang tersebut semakin besar seiring pertumbuhan konsumsi global. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) 2025/2026, konsumsi umat muslim pada enam sektor ekonomi syariah mencapai USD2,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan naik menjadi USD3,56 triliun pada 2029.

Indonesia saat ini berada di peringkat keempat dalam ekosistem industri halal dunia. Untuk sektor manufaktur, Indonesia menempati posisi pertama pada modest fashion, peringkat ketiga untuk makanan halal, serta peringkat keempat dalam farmasi dan kosmetik halal.

Kondisi tersebut menunjukkan pengembangan industri halal memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Pemerintah mendorong generasi muda memanfaatkan peluang tersebut melalui kreativitas, teknologi, dan inovasi agar Indonesia semakin kuat sebagai produsen produk halal di pasar internasional.

Exit mobile version