Penguatan SDM Industri menjadi salah satu fokus utama yang dibawa Kementerian Perindustrian dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Melalui pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut, pemerintah memperkenalkan berbagai program pendidikan vokasi, pelatihan, hingga transformasi digital sebagai upaya mencetak tenaga kerja manufaktur yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country menjadi kesempatan penting untuk memperluas hubungan dengan Rusia dan negara-negara Eurasia. Selain mempromosikan potensi industri nasional, pemerintah juga ingin memperkuat kerja sama dalam pengembangan SDM Industri yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan manufaktur modern.
Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang dipercaya sebagai mitra resmi dalam penyelenggaraan INNOPROM 2026. Pada pameran yang berlangsung 6–9 Juli 2026 itu, Indonesia menghadirkan paviliun seluas lebih dari 1.500 meter persegi dengan melibatkan sekitar 50 peserta dari berbagai sektor strategis.
Pengembangan SDM Industri Jadi Fokus Kerja Sama Internasional
Dalam pameran tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) turut memperkenalkan ekosistem pendidikan vokasi nasional. Bersama Politeknik APP Jakarta dan Politeknik STMI Jakarta, BPSDMI membuka peluang kolaborasi internasional di bidang pendidikan, riset, hingga peningkatan kompetensi SDM Industri.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan bahwa pembangunan SDM Industri yang berkualitas menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan sektor manufaktur nasional. Karena itu, kerja sama dengan berbagai institusi luar negeri terus diperluas agar lulusan pendidikan vokasi memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri global.
Sebelumnya, Kemenperin telah menjalankan sejumlah program kolaborasi internasional, seperti kelas kerja sama antara Politeknik ATI Makassar dengan Morimitsu Industry dari Jepang, serta Luban-Mozi College yang melibatkan Politeknik ATK Yogyakarta bersama Sailun Group dan Qingdao Technical College dari China.
Transformasi Industri 4.0 Perkuat Daya Saing Nasional
Selain pendidikan vokasi, pemerintah juga memperkenalkan Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0) sebagai pusat pengembangan transformasi manufaktur berbasis teknologi. Fasilitas ini menyediakan layanan terpadu mulai dari pendampingan implementasi industri 4.0, pengembangan kecerdasan buatan (AI), hingga pusat rekayasa teknologi.
Menurut Kemenperin, PIDI 4.0 telah menjalin kemitraan dengan berbagai institusi nasional maupun internasional. Melalui jaringan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak kolaborasi yang dapat mempercepat modernisasi industri sekaligus memperkuat kualitas SDM Industri Indonesia agar mampu menjawab kebutuhan manufaktur global yang terus berkembang.
