Top Mortar tkdn
Home Ekonomi Produk Tembakau Indonesia Jadi Penopang Ekonomi, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Produk Tembakau Indonesia Jadi Penopang Ekonomi, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

0
Produk Tembakau Indonesia Jadi Penopang Ekonomi, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja (Foto Ilustrasi)

Keberadaan Produk tembakau Indonesia masih menjadi salah satu penopang penting sektor industri nasional karena melibatkan rantai usaha yang panjang, mulai dari petani, industri pengolahan, hingga pasar ekspor. Dengan karakteristik tersebut, pemerintah menilai sektor pertembakauan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional maupun kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki ekosistem pertembakauan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Luas lahan tembakau nasional mencapai sekitar 267 ribu hektare dan hampir seluruhnya merupakan perkebunan rakyat.

Lebih dari 527 ribu petani menggantungkan mata pencaharian pada komoditas tersebut. Setiap tahun, industri hasil tembakau juga menyerap sekitar 508 ribu ton daun tembakau serta 134 ribu ton cengkeh yang mayoritas berasal dari produksi dalam negeri.

Menurut Merrijantij, sekitar 68 hingga 72 persen hasil panen petani berhasil diserap industri sebagai bahan baku. Sementara kebutuhan yang belum dapat dipenuhi dari produksi domestik masih dilengkapi melalui impor sebagai bahan pencampur untuk menjaga kualitas produksi.

Produk Tembakau Indonesia Dorong Industri dan Lapangan Kerja

Data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) menunjukkan terdapat sekitar 1.700 pelaku usaha di sektor hasil tembakau. Sebanyak 87 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah yang berperan besar dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Sepanjang 2025, sektor ini mencatatkan investasi sekitar Rp6,1 triliun dengan penyerapan hampir 540 ribu tenaga kerja langsung. Selain menciptakan lapangan pekerjaan, Produk tembakau Indonesia juga menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan negara melalui cukai hasil tembakau yang nilainya menembus lebih dari Rp200 triliun setiap tahun.

Tak hanya memenuhi pasar domestik, Produk tembakau Indonesia juga telah dipasarkan ke berbagai negara. Posisi Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu eksportir tembakau terbesar di dunia, sehingga sektor ini dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kinerja ekspor nasional.

Kebijakan Industri Dinilai Perlu Pertimbangkan Dampak Ekonomi

Di sisi lain, pembahasan mengenai rencana penerapan kemasan rokok polos atau plain packaging kembali memunculkan perhatian dari sejumlah pemerintah daerah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah kepala daerah menyampaikan penolakan terhadap usulan tersebut karena dikhawatirkan berdampak pada keberlangsungan industri pertembakauan.

Menurut Khofifah, sektor ini selama bertahun-tahun memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan petani. Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan yang memengaruhi Produk tembakau Indonesia perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak mengganggu stabilitas industri maupun penerimaan cukai nasional.

Data menunjukkan Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar cukai hasil tembakau di Indonesia. Pada 2024, kontribusinya mencapai sekitar Rp133,2 triliun atau lebih dari 61 persen dari total penerimaan cukai nasional. Karena itu, berbagai kebijakan yang berkaitan dengan industri hasil tembakau dinilai perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap investasi, tenaga kerja, serta keberlanjutan rantai usaha dari petani hingga pelaku industri.

Exit mobile version