Telepon Mengaku dari Bank Bisa Jadi Penipuan, Waspadai Voice Phising!

0
28
Telepon Mengaku dari Bank Bisa Jadi Penipuan, Waspadai Voice Phising!
Telepon Mengaku dari Bank Bisa Jadi Penipuan, Waspadai Voice Phising! (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap modus Voice Phising yang dilakukan melalui panggilan telepon. Pelaku biasanya menyamar sebagai petugas bank untuk mengelabui nasabah dan mendapatkan informasi rahasia yang dapat digunakan untuk mengakses rekening.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa modus yang juga dikenal sebagai voice phishing atau vishing tersebut kerap memanfaatkan kekhawatiran nasabah. Pelaku mengaku menemukan transaksi mencurigakan atau menyampaikan bahwa rekening korban berisiko diblokir demi alasan keamanan.

Dengan berbicara secara sopan dan meyakinkan, penipu berusaha membuat korban percaya sekaligus merasa harus segera bertindak. Salah satu cara yang digunakan adalah menawarkan bantuan untuk mengamankan rekening, kemudian meminta kode one-time password (OTP) dengan dalih verifikasi.

Padahal, kode OTP merupakan informasi rahasia yang tidak boleh dibagikan kepada siapa pun. Jika jatuh ke tangan pelaku, kode tersebut berpotensi disalahgunakan untuk mengakses layanan perbankan atau menyetujui transaksi tanpa sepengetahuan pemilik rekening.

PT Mitra Mortar indonesia

Cara Menghindari Modus Voice Phising yang Mengincar Nasabah

Dalam keterangannya pada Sabtu (31/10/2026), Dhanny menegaskan bahwa BRI terus memperkuat sistem keamanan serta memberikan edukasi kepada nasabah untuk menghadapi berbagai bentuk penipuan digital.

BRI juga menegaskan tidak pernah meminta nasabah menyampaikan PIN, kata sandi, User ID, kode OTP, maupun kode CVV/CVC kartu melalui telepon atau saluran komunikasi lainnya.

Untuk mencegah kerugian akibat Voice Phising, nasabah diminta tidak langsung mengikuti instruksi penelepon yang mengaku sebagai petugas bank. Jika menerima informasi mengenai transaksi mencurigakan atau ancaman pemblokiran rekening, segera akhiri panggilan dan lakukan pemeriksaan melalui kanal resmi BRI.

Nasabah juga disarankan memantau mutasi rekening secara berkala melalui aplikasi BRImo serta mengaktifkan notifikasi transaksi. Langkah ini dapat membantu mendeteksi aktivitas keuangan yang tidak dikenal sejak dini.

Selain itu, masyarakat perlu menghindari tautan mencurigakan dan tidak memasang aplikasi atas arahan penelepon yang identitasnya belum terverifikasi. Aplikasi perbankan sebaiknya hanya diunduh atau diperbarui melalui sumber resmi.

Apabila telanjur memberikan informasi rahasia atau menemukan transaksi yang tidak dikenali, nasabah perlu segera menghubungi BRI melalui saluran resmi untuk melaporkan kejadian tersebut dan meminta penanganan lebih lanjut.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan