Pergerakan emas antam setelah lebaran menunjukkan tren penurunan pada awal pekan perdagangan. Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Logam Mulia, harga emas PT Aneka Tambang Tbk pada Senin, 23 Maret 2026, terkoreksi cukup dalam setelah sebelumnya berada di level tinggi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Harga emas antam setelah lebaran tercatat turun sebesar Rp50.000 per gram menjadi Rp2.843.000. Pada perdagangan sebelumnya, harga logam mulia tersebut masih bertahan di angka Rp2.893.000 per gram. Penurunan serupa juga terjadi pada harga buyback atau harga jual kembali, yang kini berada di posisi Rp2.560.000 per gram.
Koreksi ini menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat harga emas Antam sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada akhir Januari 2026, yakni mencapai Rp3.168.000 per gram. Dengan kondisi saat ini, harga emas antam setelah lebaran terlihat mengalami penyesuaian setelah sebelumnya bergerak di tren penguatan.
Rincian Harga Emas Berbagai Ukuran
Penurunan harga juga tercermin pada seluruh ukuran emas batangan. Untuk pecahan terkecil 0,5 gram, harga tercatat Rp1.471.500. Sementara untuk ukuran 1 gram berada di angka Rp2.843.000.
Selanjutnya, emas ukuran 2 gram dibanderol Rp5.636.000, dan ukuran 3 gram Rp8.436.000. Untuk ukuran 5 gram, harga berada di level Rp14.030.000, sedangkan 10 gram mencapai Rp27.980.000.
Pada ukuran yang lebih besar, harga emas 25 gram tercatat Rp69.785.000, 50 gram sebesar Rp139.405.000, dan 100 gram mencapai Rp278.660.000. Sementara itu, untuk ukuran 250 gram berada di angka Rp696.340.000, 500 gram Rp1.392.400.000, dan 1.000 gram menyentuh Rp2.783.600.000.
Penyesuaian harga ini memperlihatkan bahwa tren emas antam setelah lebaran bergerak seragam di seluruh varian, mengikuti dinamika pasar global dan domestik.
Tekanan dari Harga Emas Global
Penurunan harga emas domestik tidak terlepas dari pergerakan pasar internasional. Pada akhir pekan lalu, harga emas dunia tercatat mengalami koreksi tajam dan ditutup di level USD4.497 per troy ons. Kondisi ini turut memberikan tekanan terhadap harga emas antam setelah lebaran di dalam negeri.
Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa koreksi ini merupakan bagian dari fase penyesuaian setelah sebelumnya emas mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, penguatan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor yang memengaruhi pelemahan harga emas dalam jangka pendek.
Ia memproyeksikan bahwa jika tren koreksi masih berlanjut, harga emas global berpotensi menyentuh level support di kisaran USD4.423 hingga USD4.319 per troy ons. Sementara di pasar domestik, harga emas Antam diperkirakan dapat bergerak di rentang Rp2.840.000 hingga Rp2.800.000 per gram.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diharapkan mencermati pergerakan harga secara lebih hati-hati. Meskipun mengalami penurunan, emas antam setelah lebaran tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
