Pergerakan Harga Emas Dunia kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026. Setelah sempat menunjukkan penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya, logam mulia kini menghadapi tekanan baru seiring munculnya sejumlah sinyal teknikal yang mengarah pada potensi pelemahan harga dalam jangka pendek.
Berdasarkan analisis pasar yang dirilis Dupoin Futures, arah pergerakan emas masih didominasi sentimen negatif. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa pasangan XAU/USD pada timeframe 30 menit baru saja menyelesaikan fase koreksi naik atau secondary trend. Setelah fase tersebut berakhir, harga kembali bergerak mengikuti tren utama yang masih menunjukkan kecenderungan menurun.
Menurutnya, salah satu indikator yang patut dicermati adalah terbentuknya pola lower high atau puncak harga yang lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering dianggap sebagai sinyal bahwa kekuatan beli mulai melemah dan tekanan jual kembali mengambil alih pasar.
Pergerakan Harga Emas Dunia Masih Dibayangi Tekanan Bearish
Geraldo menilai struktur harga saat ini masih mendukung skenario penurunan. Selama harga belum mampu menembus area swing high terbaru, peluang pelemahan dinilai masih cukup besar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih lebih percaya pada tren turun dibandingkan peluang kenaikan lanjutan.
Pergerakan Harga Emas Dunia saat ini diperkirakan mengarah ke area support terdekat di level USD4.061 per troy ons. Level tersebut menjadi titik penting yang akan diuji dalam waktu dekat. Apabila tekanan jual terus meningkat dan area support gagal bertahan, harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju kisaran USD4.036 per troy ons.
Selain pola harga, indikator stochastic juga memperlihatkan sinyal yang kurang mendukung bagi penguatan emas. Saat ini indikator tersebut berada di area overbought atau jenuh beli, yang biasanya menandakan momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga.
Kondisi tersebut semakin memperkuat pandangan bahwa Pergerakan Harga Emas Dunia masih berada dalam tekanan bearish. Selama belum muncul sinyal pembalikan arah yang kuat, pelaku pasar diperkirakan akan tetap fokus pada area support sebagai target pergerakan berikutnya.
