Top Mortar Semen Instan
Home Bisnis Menteri Investasi: Kerja Sama Investasi di ASEAN Bagai Sapu Lidi

Menteri Investasi: Kerja Sama Investasi di ASEAN Bagai Sapu Lidi

0
Menteri Investasi: Kerja Sama Investasi di ASEAN Bagai Sapu Lidi

Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, membandingkan kerja sama investasi di ASEAN dengan sapu lidi. Apa yang dimaksud dengan perbandingan ini?

Bahlil menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi rata-rata di ASEAN terus meningkat secara konsisten. Selain itu, ASEAN telah menjadi penerima investasi asing terbesar kedua di dunia.

“Investasi asing langsung (FDI) ke ASEAN meningkat sebesar 5 persen, mencapai total US$ 224,2 miliar, yang merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah ASEAN,” ungkap Bahlil dalam pernyataannya pada Sabtu, 2 September 2023.

Meskipun demikian, menurut Bahlil, manfaat dari pertumbuhan ini belum sepenuhnya dinikmati oleh penduduk ASEAN. Dia menganggap bahwa dari total FDI yang masuk ke ASEAN selama tahun 2022, hanya kurang dari 1 persen yang benar-benar dinikmati oleh penduduk setempat. Oleh karena itu, Bahlil berpendapat bahwa ASEAN perlu memupuk kerjasama yang lebih erat untuk menjadi komunitas yang lebih kuat.

Kolaborasi Dalam Persaingan

“Dalam pepatah Papua, sebatang lidi tidak mampu membersihkan kotoran, tetapi dengan seikat lidi, jangankan daun, batu pun dapat digeserkan,” kata Menteri Investasi tersebut. “Kita boleh bersaing, tetapi kita juga harus berkolaborasi.”

Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, mengungkapkan bahwa kemajuan ASEAN telah terwujud berkat kerjasama aktif antara negara-negara anggotanya. Dia berharap ASEAN Investment Forum (AIF) dapat menjadi platform di mana para pemangku kepentingan dapat bertukar pikiran untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di ASEAN.

Hourn juga mencatat bahwa ASEAN merupakan salah satu destinasi utama FDI di dunia, dengan 17 persen dari total FDI global mengalir ke ASEAN tahun lalu. Prospek ASEAN dalam jangka menengah tetap positif, terutama karena adanya upaya diversifikasi rantai pasok global.

“Untuk memanfaatkan peluang ini, perlu mendorong perdagangan yang lebih terbuka,” ujar Hourn dalam acara AIF 2023 di Jakarta.

ASEAN Sebagai Favorit Investor

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP), Armida Salsiah Alisjahbana, menyatakan bahwa hingga saat ini, ASEAN tetap menjadi destinasi favorit bagi investor untuk berinvestasi. Namun, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi.

“Ada dua tantangan yang harus diperhatikan agar investasi lebih berkualitas,” kata Armida dalam sambutannya. Pertama, perlu meningkatkan kapasitas badan-badan investasi di ASEAN agar mereka dapat secara efektif mempromosikan upaya dan kerja sama investasi kepada investor yang tepat. Kedua, perlu mengatasi ketidakmerataan aliran FDI di ASEAN dengan mengkoordinasikan upaya agar investasi lebih merata di seluruh kawasan.

Dengan demikian, kerjasama dan koordinasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi investasi di ASEAN dan memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh penduduk setempat.

Exit mobile version