Top Mortar Semen Instan
Home Bisnis Pertumbuhan Layanan Paylater: Ancaman atau Peluang Bagi Kartu Kredit?

Pertumbuhan Layanan Paylater: Ancaman atau Peluang Bagi Kartu Kredit?

0
Pertumbuhan Layanan Paylater: Ancaman atau Peluang Bagi Kartu Kredit?

Layanan Buy Now Pay Later (BNPL), atau yang sering disebut paylater, tengah mengubah lanskap pembayaran konsumen di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, tren ini tumbuh pesat dan bisa jadi akan menggerus bisnis kartu kredit yang memiliki skema serupa.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kontrak pengguna BNPL tumbuh sebanyak 33,25% year on year (YoY) pada bulan Mei 2023. Jumlah kontrak yang tercatat mencapai 72,88 juta kontrak, meningkat dari 54,7 juta kontrak pada Mei 2022.

Pada sisi lain, informasi yang berasal dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa volume transaksi menggunakan kartu kredit pada bulan Mei 2023 mengalami pertumbuhan sekitar 13,5% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (YoY), dengan jumlah total transaksi mencapai 32,19 juta.

Meskipun masih tumbuh, pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan Mei 2022 yang mencapai 20,9% YoY.

Kredivo, salah satu penyedia layanan BNPL, mengakui bahwa paylater telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Meningkatnya Tren Belanja Online

Indina Andamari, SVP Marketing & Communications Kredivo, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya tren belanja online di platform e-commerce serta kebutuhan masyarakat akan opsi pembayaran digital yang lebih fleksibel.

Hasil dari Laporan Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2023 juga menunjukkan adanya pertumbuhan yang signifikan dalam penggunaan paylater untuk bertransaksi di e-commerce.

Tingkat penggunaan layanan paylater mengalami peningkatan signifikan, naik dari 28,2% pada tahun 2022 menjadi 45,9% pada tahun 2023.

Namun demikian, peningkatan signifikan juga terjadi pada penyedia layanan kartu kredit. Data mengindikasikan bahwa pertumbuhan dalam jumlah penyedia layanan kartu kredit mengalami kenaikan dari 4,3% pada tahun 2022 menjadi 6,6% pada tahun 2023.

Indina menginterpretasikan pertumbuhan ini sebagai indikasi inklusi keuangan yang semakin baik di Indonesia, dengan lebih banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap kredit.

Peningkatan Transaksi

Transaksi Kredivo sendiri tercatat meningkat hampir 2 kali lipat pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna aktif yang tumbuh secara rata-rata double digit year on year.

Dengan lebih dari 7 juta pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia, Kredivo telah menjadi salah satu pelaku utama dalam layanan paylater. Fokus utama Kredivo adalah menjaga tingkat kredit macet Non Performing Loan (NPL) dengan mengandalkan teknologi canggih dalam proses identifikasi calon debitur.

Penerapan prinsip responsible lending juga menjadi fokus utama Kredivo, di mana pemberian kredit dilakukan secara selektif dan disesuaikan dengan kemampuan finansial peminjam.

Pendekatan ini telah membantu Kredivo menjaga tingkat risiko yang setara dengan bank, dengan angka kredit macet yang berhasil dijaga di bawah 5%.

Melihat data dari Laporan Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2023, optimisme terhadap adopsi layanan paylater ke depannya semakin besar. Lebih dari 71,4% konsumen yang belum menggunakan paylater berencana untuk mencobanya.

Dalam penggunaan sehari-hari, hampir 39,9% konsumen menggunakan paylater lebih dari 1 kali dalam sebulan pada tahun 2023, meningkat tajam dari angka 27% pada tahun sebelumnya.

Exit mobile version