Program SIAP QRIS, Percepat Digitalisasi Pembayaran Pasar Rakyat dan Pusat Perbelanjaan

0
42
(Dok: kemendag.go.id)

Minahasa – Kementerian Perdagangan mendukung sepenuhnya program Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai (SIAP) QRCode Indonesian Standard (QRIS) yang dicanangkan Bank Indonesia.

Program ini merupakan implementasi digitalisasi pembayaran untuk pasar-pasar rakyat dan pusat perbelanjaan. Hal ini diungkapkan Jerry saat menghadiri “Kick Off Pasar dan Mal SIAP QRIS” di Pasar Tanawangko, Minahasa, Sulawesi Utara pada Jumat (5/11).

Hadir pada peluncuran ini Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng; Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo Manuhutu; Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Minahasa, Debby Wukara; serta Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah.

“Pandemi Covid-19 telah mendorong transaksi secara digital, salah satunya dalam pembayaran. Program ini bertujuan untuk mendisiplinkan protokol kesehatan, efisiensi, praktis, dan higienis tanpa tatap muka. Hal ini yang kita coba sosialisasikan kepada publik,”ujar Jerry.

Senada dengan Jerry, Sugeng mengungkapkan SIAP QRIS merupakan bentuk kontribusi kepada bangsa Indonesia. “SIAP QRIS memiliki banyak keuntungan, di antaranya dapat dilakukan tanpa tatap muka dan secara jarak jauh, sehingga mengurangi kontak secara fisik dan meningkatkan efisiensi,” ungkapnya.

Sugeng melanjutkan, upaya ini untuk kepentingan nasional dan membawa ekonomi Indonesia ke tahap yang lebih tinggi sehingga tidak kalah dari negara lain. Selanjutnya, Bank Indonesia juga merencanakan program QRIS internasional yang dapat digunakandi negara lain (cross border).“Diharapkan program ini dapat direplikasi di seluruh pasar rakyat dan pusat perbelanjaan. Bank Indonesia optimis kerja sama dengan Kemendag dan Kemenkomarives akan terus berjalan,”imbuh Sugeng.

Pada hari yang sama, Jerry juga melakukan kunjungan ke pusat perbelanjaan Manado Town Square, Kota Manado dan Pasar Tanawangko, Kabupaten Minahasa. Pada kunjungan tersebut, Jerry beserta rombongan berbelanja sekaligus melakukan uji coba pembayaran menggunakan SIAP QRIS.

“Kita memastikan QRIS dapat diterapkan di pusat perbelanjaan dan pasar rakyat serta aman sehingga dapat mendukung pelaksanaan protokol kesehatan. Diharapkan kedepan QRIS juga dapat memberikan insentif, seperti cashback serta inovasi lainnya kepada pedagang dan pembeli sehingga masyarakat lebih tertarik menggunakannya,” terang Jerry.

Program SIAP QRIS akan dilaksanakan di 51 pasar rakyat di 34 Provinsi seluruh Indonesia, salah satunya di Pasar Tanawangko, Kabupaten Minahasa. Selain pasar rakyat, proyek percontohan program SIAP QRIS juga akan dilaksanakan di 86 mal di 34 Provinsi, terdiri dari 45 mall untuk prioritas kesatu dan 41 mal untuk prioritas kedua.

Pada November 2021 QRIS telah digunakan oleh 12 juta pedagang di seluruh Indonesia. Sebelumnya, Kemendag telah melakukan inisiasi membuat nota kesepahaman (MoU) dengan aplikasi digital dan lokapasar. Tujuannya untuk mendukung program digitalisasi pasar serta membantu para pedagang berjualan secara daring.

Program ini dilaksanakan antara lain dengan Gojek dan Tokopedia. Saat ini sudah delapan pasar yang menerapkan digitalisasi dengan Tokopedia yaitu Pasar Sabilulungan Kabupaten Bandung, Pasar Cihapit Kota Bandung, Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta, Pasar Anyar Kota Tangerang, Pasar Kampung Baru Kota Makassar, Pasar Pabaeng-baeng Kota Makassar, Pasar Badung Kota Denpasar, dan Pasar Oro Oro Dowo Kota Malang.