Jungle Ventures Raih Dana Investasi $240 Juta untuk Pemimpin Sektor Teknologi di Asia Tenggara

0
111
Amit Anand, Co-Founder dan Managing Partner, Jungle Ventures

 

Jungle Ventures, salah satu perusahaan modal ventura tahap
awal terbesar di Asia Tenggara, mengumumkan bahwa telah menutup penggalangan dana ketiga, Jungle Ventures III.

Perusahaan ini telah mengumpulkan total pendanaan sebesar $ 240 juta, termasuk $ 40 juta yang diperoleh secara terpisah dalam komitmen akun kelolaan (managed account). Dana tersebut akan diinvestasikan pada berbagai perusahaan berteknologi inovatif dan bisnis digital di Asia Tenggara.

Jungle Ventures telah mengumpulkan pendanaan dengan jumlah dua kali lipat lebih besar dari pendanaan sebelumnya, Jungle Ventures II (2016), dengan hampir 60 persen pendanaan
berasal dari luar Asia.

Lebih dari 90 persen modal berasal dari investor institusional yang mencakup Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah dan Asia. Jumlah investor baru mengambil porsi hampir 70 persen dari penggalangan dana investasi ini, dan sisanya merupakan investor yang telah bergabung sejak sebelumnya.

Kalangan investor tersebut berasal dari sektor dana abadi (endowment), funds of funds, dan lembaga keuangan untuk program pembangunan hingga pengelola aset keluarga yang
strategis (strategic family office) dan pelaku sektor teknologi yang ternama.

Investor yang tergabung dalam pendanaan Jungle  Ventures meliputi DEG, lembaga pembiayaan pembangunan Jerman; IFC, anggota World Bank Group; Bualuang Ventures, perusahaan modal ventura milik Bangkok Bank; FMO, bank pembangunan Belanda; Cisco Investment, Temasek Singapura, serta beberapa nama investor lainnya.

Amit Anand, Co-Founder and Managing Partner, Jungle Ventures mengatakan merasa terhormat mendapatkan dukungan antusias dari para investor.

“Pemahaman kami tentang besarnya permintaan konsumen di Asia Tenggara menjadi daya saing luar biasa, saat kami menanamkan investasi berbentuk modal kerja pada sejumlah perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar.” ujar Anand.

“Pandangan tradisional mengenai Asia Tenggara adalah wilayah yang terbagi-bagi atas berbagai negara dengan lebih banyak perbedaan daripada kesamaan,” tambah Anand.

“Berkat meningkatnya penetrasi internet, perubahan demografis, dan penggunaan teknologi seluler selama dekade terakhir, kawasan Asia Tenggara saat ini menjadi pasar yang lebih
homogen dengan lebih dari 250 juta anak muda yang terkoneksi dengan internet, bila dibandingkan dengan pasar lain yang sudah lebih ‘maju,” jelasnya.

“Kami menyaksikan adanya perubahan pasar dan kami mengutamakan sejumlah perusahaan yang mulai menjadi pemimpin di satu pasar. Lalu kami mendukung perusahaan-perusahaan ini dengan pendanaan, keahlian, dan sumber daya untuk membantu mereka menjadi pemimpin kregional,” ujarnya.

Jungle Ventures menjadi investor institusi yang paling awal bagi beberapa pemimpin sektor di Asia Tenggara, termasuk: usaha rintisan di sektor pariwisata dan perhotelan RedDoorz
yang mengumumkan pendanaan Seri C senilai $ 70 juta pada Agustus lalu; peritel mode Pomelo Fashion yang meraih pendanaan Seri C senilai $ 52 juta pada September; serta
Kredivo, platform daring untuk penyaluran pinjaman konsumer dan pembayaran yang terbesar di Indonesia, meraih pendanaan Seri B senilai $ 30 juta pada tahun lalu.

Jungle juga menerima penghargaan “AVCJ 2018 Deal of the Year” untuk usaha teknologi di tahap awal, yakni memimpin investasi $ 60 juta pada Deskera. Jungle Ventures III telah berinvestasi pada Sociolla, KiotViet, WareSix, SweetEscape dan Engineer.ai.

Anurag Srivastava, Jungle Ventures Co-Founder and Managing Partner bangga atas rekam jejak Jungle dalam menemukan, berinvestasi, dan mendukung sejumlah perusahaan potensial di Asia Tenggara.

“Tujuh dari sejumlah investasi tahap awal pada dana investasi kedua kami, Jungle Ventures II, telah tumbuh menjadi lebih dari $ 2 miliar dalam bentuk valuasi portofolio, naik 10 kali lipat lebih dalam empat tahun terakhir. Ini menjadi pencapaian penting sebab kami hanya melakukan 10-15 investasi utama pada setiap dana investasi, dan bukan satu perusahaan saja yang berperan untuk memberikan pertumbuhan yang luar biasa ini,” paparnya Srivastava.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.