Aksi Unjuk Rasa Jadikan Rupiah Kian Terkapar

0
382

Unjuk rasa pendukung paslon capres 02 yang tidak puas dengan pengumuman hasil rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019 yang terjadi Selasa dan Rabu, 21-22 kemarin membuat suhu politik makin panas. Imbas ketegangan yang terjadi di Ibu kota membuat sejumlah aktivitas perekonomian lumpuh termasuk perdagangan di lantai bursa.

Setelah rupiah kembali tertekan sejak pembukaan pasar pekan ini, sepanjang 3 hari ini rupiah kian terkapar.  Di pasar spot Bloomberg Rabu (22/05/2019) rupiah jatuh ke level Rp14.525/USD, turun 45 poin dari penutupan perdagangan Selasa rupiah masih berada di pada level Rp Rp 14.480.

Posisi rupiah ini berada di posisi terendah ketiga di Asia setelah Taiwan dan Malaysia. Nilai tukar rupiah ini juga terendah sejak 28 Desember 2018 lalu.

Menanggapi perlemahan rupiah ini, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berharap agar unjuk rasa yang membuat ketegangan di ibukota bisa segera diatasi. Menurutnya jika terus berlanjut akan berdampak buruk pada perekonomian Indonesia.

“Berharap pihak-pihak tertentu segera dapat meredam kondisi ini agar segera diatasi, agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi ekonomi dan masyarakat,” papar Menteri yang beberapa kali mendpat gelar sebagai Menteri Keuangan terbaik di Asia ini.

Selain kestabilan keamanan ibu kota, pelemahan rupiah juga dipengaruhi faktor eksternal. Ia menyebut ketegangan hubungan diplomatik Amerika dan Tiongkok yang belum mereda juga membuat pasar semakin liar.

“Jadi bukan faktor internal saja, faktor global juga ikut berpengaruh. Ia berharap rupiah akan kembali terkendali pada Q2,Q3 dan Q4 sehingga bisa menjaga pertumbuhan ekonomi ,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.