Roller Coaster Neraca Keuangan Ancol

0
343

PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk (PJAA) mengumumkan laporan keuangannya pada momen keterbukaan informasi, Jumat (10/05/2019). Sejumlah pendapatan PJAA ada yang mengalami kenaikan dan ada juga yang turun.

Dilihat dari ekuitas perseroan naik jadi Rp2,14 triliun dari sebelumnya Rp2,12 triliun. Namun total aset mencapai Rp4,35 triliun sedikit turun dari akhir 2018 senilai Rp4,36 triliun.

Per Maret 2019 iabilitas Ancol juga menurun jadi sebesar Rp2,22 triliun dari Rp2,23 triliun di akhir 2018 sebesar. Hal ini juga menyebabkan liabilitas jangka pendek juga terkoreksi jadi Rp1,21 triliun padahal sebelumnya Rp1,23 triliun.

Ujungnya, penurunan berdampak pada berkurangnya pendapatan perusahaan yang hanya Rp266,64 miliar, sedangkan pada Maret 2018 sebesar Rp279,61 miliar. Yang meluncur signifikan adalah laba bersih dari Rp39,82 miliar menuju Rp10,11 miliar.

Ditegah roller coasternya neraca keuangan Ancol, Perusahaan milik Pemda DKI Jakarta tetap harus membayar obligasi Rp355,82 miliar pada PT Bank Permata Tbk.

Direktur Pembangunan Jaya Ancol Daniel Nainggolan mengatakan, perseroan akan melakukan pembayaran pokok seri A dan bunga ke-4 obligasi berkelanjutan I Jaya Ancol tahap II tahun 2018 seri B senilai Rp355.818.750.000 sesuai dengan waktu yang ditentukan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.