Produksi IKM Yogyakarta Naik Melampaui Pertumbuhan Nasional

0
337

Berempat.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Yogyakarta mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, yakni sekitar 17,28%. Peningkatan tersebut tercatat pada periode triwulan IV 2017, naik dibanding periode yang sama pada 2016 (yoy). Bahkan, peningkatan tersebut diklaim Kemenperin melampaui pertumbuhan industri di tingkat nasional sebesar 4,59 persen.

Menanggapi pertumbuhan produk IKM Yogyakarta tersebut, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa pengembangan potensi IKM memang menjadi program prioritas bagi Kemenperin.

“Salah satu sektor yang menjadi penopang IKM di Yogyakarta adalah industri kreatif. Pengembangan potensi IKM, khususnya di sektor industri kreatif menjadi program prioritas yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian,” ungkap Gati pada acara pembukaan Pameran Produk Unggulan Kerajinan Jogja Istimewa di Plasa Pameran Industri, Jakarta, Selasa, (17/4).

Upaya kemenperin dalam mengembangkan potensi IKM tersebut diklaim sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015 tentang Ekonomi Kreatif.

Menurut Gati, pasar kerajinan Indonesia terus mengalami peningkatan setiap waktunya. Itulah mengapa Kemenperin menganggap bahwa para pelaku UKM merupakan salah satu tombak ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap krisis ekonomi global.

Karena itu, Gati pun menerangkan bahwa Kemenperin telah menjalankan berbagai program guna meningkatkan produktivitas IKM. Beberapa di antaranya seperti melangsungkan kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis, serta penggunaan teknologi terkini. Sementara untuk meningkatkan akses pasar, Kemenperin menjalankan program e-Smart IKM.

“Program e-Smart IKM telah bekerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri,” ujar Gati.

Melalui e-Smart tersebut, produk IKM didorong untuk memasuki pasar daring sehingga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dari berbagai daerah.

“Penggunaan teknologi digital atau teknologi internet dalam salah satu rantai pasok IKM ini merupakan penerapan revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang berkembang,” tambahnya.

Menurut Gati, di era globalisasi ini produk IKM harus didukung dengan kualitas atau mutu yang baik dan memiliki standar baku. “Strategi yang perlu dibangun untuk bersaing di pasar global itu, antara lain dilakukan melalui pengembangan inovasi desain dan produk,” pungkas Gati.

Pameran Produk Unggulan Kerajinan Jogja Istimewa ini diikuti sebanyak 50 IKM binaan Dekranasda Yogyakarta yang terdiri dari IKM batik, lurik, perak, kayu, rajut, kulit, fesyen, dan makanan olahan. Pameran ini berlangsung selama 17-20 April 2018 dan dibuka untuk umum mulai pukul 09.00-16.00 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.