Terungkap! Ini 5 Faktor Penghambat Laju Industri Properti Menurut Survei

0
337
Ilustrasi properti di Jakarta. (Beritasatu.com)

Berempat.com – Tahun lalu industri properti mengalami perlambatan pertumbuhan. Banyak yang beranggapan bahwa investor masih wait and see karena kondisi ekonomi dan politik di Indonesia. Apa benar begitu?

Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia baru saja merilis hasil survei terkait hal tersebut. Hasilnya, ada 5 faktor utama yang menghambat laju industri properti di tahun 2018.

Faktor utama penghambat laju industri properti ialah karena suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang dianggap masih cukup tinggi (18,84%). Kedua ialah adanya uang muka untuk pembelian rumah (17%), adanya pajak pembelian (15,16%), kenaikan bahan bangunan (14,72%), dan sulitnya perizinan (14,47%).

Di samping itu, BI pun memperkirakan harga properti residensial pada kuartal I/2019 akan meningkat. Hal tersebut terendus dari adanya kenaikan indeks harga properti residensial (IHPR) kuartal I/2019 yang sebesar 0,42% dibandingkan kuartal yang sama periode sebelumnya (quarter to quarter/qtq), lebih tinggi dibandingkan 0,35% (qtq) pada kuartal sebelumnya, terutama disebabkan oleh kenaikan harga bangunan dan upah tenaga kerja.

Wilayah yang diperkirakan mengalami kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung, sedangkan penurunan harga terdalam terjadi di Kota Balikpapan.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman, peningkatan kenaikan harga rumah diperkirakan terjadi pada rumah tipe kecil dari 0,39% (qtq) menjadi 0,59% (qtq) dan pada rumah tipe menengah dari 0,28% (qtq) menjadi 0,38% (qtq). Sementara untuk rumah tipe besar, kenaikan harga melambat dari 0,39% (qtq) menjadi 0,29% (qtq).

“Adapun secara tahunan, kenaikan harga properti residensial pada kuartal I/2019 diperkirakan melambat dari 2,98% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 1,96% (yoy),” ujarnya.

Berdasarkan tipe bangunan, melambatnya kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah. Kenaikan harga rumah tipe kecil diperkirakan melambat dari 4,80% (yoy) menjadi 3,05% (yoy), rumah tipe menengah dari 2,54% (yoy) menjadi 1,61% (yoy), dan rumah tipe besar dari 1,60% (yoy) menjadi 1,24% (yoy).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.