TradeGecko Ungkap Faktor yang Bisa Menahan Laju UMKM Dunia

0
580

Berempat.comPlatform perdagangan berbasis cloud untuk perusahaan, TradeGecko yang bekerja sama dengan Golfdale Consulting baru saja merilis hasil survei global industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Laporan tersebut menyatakan bahwa lebih dari 80% UMKM melaporkan ingin mempertahankan atau meningkatkan pendapatan pada tahun 2018, meskipun ada tantangan yang bersaing dengan saingan global.

TradeGecko mensurvei 573 bisnis perdagangan yang berpusat pada produk dari 24 negara di seluruh dunia, termasuk 383 dari Amerika Serikat, untuk mengetahui tantangan dan peluang bagi bisnis perdagangan kecil dan menengah.

Sejatinya, UKM sendiri telah menjadi sumber kehidupan ekonomi global, membentuk lebih dari 95% dari semua perusahaan dan 60-70% dari total pekerjaan. Secara total, usaha kecil yang disurvei mempekerjakan sekitar 107.000 orang dan menjual produk senilai US$1,9 miliar sepanjang 2018 lalu.

“Usaha kecil dan menengah jauh lebih unggul daripada mereka ketika berkompetisi di pasar global melawan perusahaan besar dengan tim besar dan anggaran besar. Tetapi ketika mereka tumbuh mereka sedang diregangkan oleh masalah operasional dan proses manual,” terang Co-Founder dan CEO TradeGecko Cameron Priest dalam rilis yang diterima Berempat.com di Jakarta, Rabu (30/1).

Untuk bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar itulah, Cameron menyebut bahwa UMKM perlu memaksimalkan layanan berbasis cloud, media sosial, dan saluran digital untuk semua lini bisnis, seperti pemasaran, akuntansi, penjualan, penggajian, dan manajemen inventaris dan pesanan.

Survei menunjukkan bahwa usaha kecil yang gesit sudah optimal secara digital. Bisnis di bawah US$1 juta mengandalkan pemasaran mulut ke mulut untuk menghasilkan buzz tentang produk mereka, dengan Facebook (74%) dan Instagram (43%) menjadi platform media sosial yang dominan.

Seiring pertumbuhan UKM, mereka bergantung pada campuran saluran yang lebih luas termasuk batu bata dan mortir, penjualan langsung, grosir dan distributor. Ini tercermin dalam strategi media sosial untuk perusahaan di atas US$5 juta menggunakan saluran seperti Twitter (37%), YouTube (37%) dan LinkedIn (36%) untuk kampanye promosi.

Sementara UKM mahir dalam menggunakan teknologi untuk memasarkan produk, banyak dari sistem operasional mereka menahan mereka. Hampir seperempat dari UKM di bawah US$1 juta masih mengandalkan pena dan kertas untuk manajemen inventaris mereka, dengan 31% lainnya menggunakan spreadsheet. Bisnis di bawah US$1 juta pun menghabiskan rata-rata lebih dari 90 jam sebulan untuk fungsi backend penting, seperti pesanan dan manajemen persediaan serta sumber produk.

Banyak responden melaporkan memiliki terlalu banyak, atau tidak cukup stok, dengan 70% responden secara teratur mengalami ‘kehabisan persediaan’ atau ‘kelebihan persediaan’.

Secara umum penelitian menunjukkan bahwa meskipun persaingan bisnis ketat (31%) tetap menjadi tantangan terbesar bagi para pendiri. Kurangnya waktu (27%), mempekerjakan staf yang tepat (26%) dan masalah operasional (21%) juga menjadi faktor terbesar yang disebutkan oleh para pendiri yang menahan bisnis mereka untuk tumbuh lebih cepat.

Pemilik ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk pemasaran, penjualan, dan pengembangan produk.

“Menjadi pendiri bisnis seringkali berarti menjadi ‘Jack dan Jill dari semua perdagangan’ tetapi karena bisnis Anda berhasil, Anda dapat memanfaatkan teknologi tidak hanya untuk menjual produk tetapi untuk membangun sistem operasional yang dapat diskalakan yang akan mendukung pertumbuhan di masa depan,” tambah Priest.

“Alat daring fleksibel memberi bisnis kecil dan menengah kekuatan super yang mereka butuhkan untuk bersaing dengan saingan yang lebih besar, dan pada akhirnya membebaskan pemilik bisnis untuk melakukan apa yang terbaik, membangun bisnis yang luar biasa,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.