Indonesia dan Afrika Teken Kesepakatan Bisnis Senilai US$ 586,56 Juta

0
312
Indonesia Africa Forum (IAF) 2018. (Antara/Nyoman Budhiana)

Berempat.com – Indonesia Africa Forum (IAF) 2018 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (10/4) telah membawa kesepakatan bisnis antara Indonesia dan Afrika dengan nilai US$ 586,56 juta. Nilai kesepakatan tersebut diungkap oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

“Peningkatan kerja sama luar biasa. Dari mulai pesawat terbang sampai Indomie,” terang JK di sela-sela pembukaan IAF 2018.

JK sendiri mengungkapkan pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Afrika untuk meningkatkan pembangunan ekonomi kedua belah pihak.

Sebenarnya, kerja sama antara Indonesia dan Afrika sendiri sudah lama terjalin. Bahkan tercatat adanya peningkatan pada volume perdagangan antara kedua belah pihak di tahun 2017, yakni sebesar US$ 8,84 miliar atau tumbuh 15,25% dibanding 2016 lalu. Sementara dari segi investasi Afrika di Indonesia, JK memaparkan, pada 2017 mencapai US$ 1,2 miliar.

Pertumbuhan kerja sama antara Indonesia dengan Afrika terjadi di beberapa negara, seperti dengan Liberia yang mencapai 284%, lalu dengan Komoro mencapai 268%, Gabon naik 215%, Togo naik 105%, Burundi naik 105%, dan dengan Cape Verde naik 100%.

Menurut JK, kedua belah pihak saling membutuhkan produk untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. “Indonesia butuh minyak, kapas, cokelat dari Afrika, sedangkan Afrika butuh minyak sawit, kendaraan bermotor, dan tentu yang sangat populer adalah mie instan, Indomie,” tuturnya.

JK juga menuturkan bila Afrika menjadi benua dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di dunia, yakni 3,5%. Karena itu, Indonesia tak sungkan untuk menjadikan Afrika sebagai prioritas utama dalam kebijakan luar negeri.

Bahkan, JK sempat mengait-kaitkan Afrika dengan negara fiksi gubahan Marvel di Afrika, Wakanda karena Afrika dinilai punya sumber daya alam yang berlimpah.

“Saya teringat pada film Black Panther dan ingat negara fiksi Wakanda. Wakanda memiliki potensi besar yang terkadang tidak dikenal di dunia luar. Begitu juga Afrika sebagai benua, potensinya sangat besar,” tutur JK.

Sebagai tambahan Informasi, tercatat ada 10 kesepakatan yang dijalin dalam forum IAF 2018 tersebut:

  1. Indonesia Eximbank dan The African Export-Import Bank senilai US$100 juta
  2. Indonesia Eximbank dan Standard Chartered Bank senilai US$100 juta
  3. Indonesia Eximbank dan Commerzbank senilai US$122,8 juta
  4. PT DI dan A.D. Trade Belgium senilai US$75 juta
  5. PT PAL dan A.D. Trade Belgium senilai US$110 juta
  6. PT Wika, Indonesia Eximbank, dan Chief of Cabinet of Republic of Nigeria senilai US$26,7 juta
  7. PT Timah dan Topwide Ventures Ltd. senilai US$25,5 juta
  8. PT Sritex dan Amirco Commercial Sevices (Global Textile) senilai US$20 juta
  9. GMF AeroAsia, Max Air, dan Ethiopian Airlines senilai US$3,7 juta
  10. PT Perusahaan Perniagaan Internasional dan Madaranch Madagascar senilai US$3 juta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.