Indofarma Siapkan Strategi Naikkan Pendapatan di Tahun Depan

0
282
Karyawan memeriksa obat yang diproduksi PT Indofarma Tbk. di Cibitung Bekasi, Jawa Barat. (Bisnis/Endang Muchtar)

Berempat.com – Menjelang tutup tahun, PT Indofarma Tbk. telah menyiapkan strategi di tahun depan untuk bisa meningkatkan pendapatan. Sebagai informasi, pada Kuartal III-2018 Indofarma mencatatkan penurunan penjualan dibanding periode sama tahun sebelumnya, dari Rp 776,35 miliar menjadi Rp 739,17 miliar.

Namun, di samping itu perusahaan berkode emiten INAF ini mampu mencatat kenaikan laba bruto sebesar 10,17% menjadi Rp 192,73 miliar. Dengan demikian, Indofarma pun mampu menurunkan rugi bersih perusahaan dibanding periode sama tahun lalu, dari Rp 64,15 miliar menjadi Rp 35,09 miliar.

Melihat hal tersebut, Direktur Indofarma Herry Triyatno tetap optimis menyongsong tahun depan kendati ada beberapa hal yang mesti diwaspadai. Beberapa di antaranya seperti kondisi ekonomi dunia yang masih tak stabil, turunnya harga minyak, bank dunia yang turunkan suku bunga, hingga tahun politik di Indonesia.

“Kami sudah menyiapkan strategi baru agar tahun depan pendapatan bisa tumbuh 13% sampai 15%,” ujar Herry, Rabu (26/12).

Herry pun melanjutkan, strategi yang diusung di antaranya ialah memperbesar porsi penjualan produk non-farmasi. Menurut Herry, hingga kuartal III-2018 Indofarma mencatat pertumbuhan penjualan produk non-farmasi sebesar 47,24% atau menjadi Rp 217,74 miliar (29,64% dari total pendapatan). Adapun produk non-farmasi yang naik yaitu alat kesehatan, diagnostik, dan sebagainya.

“Kami tidak ingin terlalu bergantung pada produk farmasi, karena produk farmasi kerap bergantung dengan rumah sakit, dan rumah sakit bergantung pada BPJS,” imbuh Herry.

Dengan pola semacam itu, Herry mengaku cukup kesulitan karena proses pencairan pendapatan berlangsung jadi agak lama.

Menurutnya, hingga kuartal III-2018 Indofarma sudah memproduksi empat produk baru alat kesehatan. Dalam beberapa tahun ke depan, secara perlahan diharapkan pendapatan non-farmasi bisa berkontribusi sebesar 40% pendapatan.

Dan sebagai salah satu upaya mendorong pendapatan non-farmasi, Herry mengungkapkan bahwa Indofarma akan membangun pabrik peralatan kesehatan. Untuk itu Indofarma sudah menjalin joint venture dengan perusahaan asal Korea Selatan agar bisa memenuhi investasi yang diperkirakan mencapai Rp 200 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.