Pemerintah membuka peluang untuk Pangkas Anggaran MBG lebih jauh setelah efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhasil dilakukan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anggaran program tersebut masih dapat ditekan hingga berada di bawah Rp200 triliun per tahun melalui pengelolaan yang lebih efisien dan pemanfaatan teknologi.
Purbaya mengatakan anggaran MBG sebelumnya berada di kisaran Rp330 triliun. Setelah melalui beberapa tahap efisiensi, kebutuhan anggaran berhasil diturunkan menjadi sekitar Rp240 triliun. Hal tersebut telah dibahas Purbaya bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
Menurut Purbaya, peluang penghematan masih terbuka, termasuk untuk pelaksanaan program pada tahun mendatang. Pemerintah akan melihat berbagai ruang efisiensi tanpa mengurangi tujuan utama MBG dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat.
Pangkas Anggaran MBG dengan Teknologi
Purbaya menilai penggunaan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan program. Sistem yang lebih terintegrasi diharapkan mampu membantu pemerintah mengawasi penggunaan anggaran sekaligus memperbaiki kinerja pelaksanaan MBG di lapangan.
Kementerian Keuangan juga dilibatkan secara langsung dalam pengawasan. Pegawai Kemenkeu yang berada di daerah akan memantau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bergilir untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan.
Langkah pengawasan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menemukan titik-titik yang masih bisa diperbaiki sehingga upaya Pangkas Anggaran MBG tidak mengganggu kualitas layanan kepada penerima manfaat.
Anggaran MBG 2027 Capai Rp232,5 Triliun
Untuk 2027, BGN memperoleh pagu anggaran Rp240,20 triliun. Sebanyak Rp232,50 triliun dialokasikan untuk program MBG, sedangkan Rp7,33 triliun digunakan untuk dukungan manajemen.
Sudaryono menjelaskan sekitar 97 persen anggaran BGN akan dikonversi menjadi menu MBG yang diberikan kepada penerima manfaat. Program tersebut ditargetkan menjangkau 72.464.886 penerima.
Dari jumlah itu, sebanyak 60.599.777 peserta didik mendapat alokasi Rp198,96 triliun. Sementara 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita memperoleh alokasi Rp33,54 triliun.
Dengan pengawasan yang diperkuat dan pemanfaatan teknologi, pemerintah berharap Pangkas Anggaran MBG dapat dilakukan secara terukur sekaligus menjaga cakupan serta kualitas program bagi seluruh kelompok sasaran.





