Sudah Tahu AIPOS? Aplikasi Pencatat Neraca Keuangan yang User Friendly

0
375

Berempat.com – Pencatatan neraca keuangan dalam sebuah bisnis adalah hal yang amat penting. Sebab dengan neraca keuangan yang jelas, pengusaha akan lebih mudah mengetahui untung atau ruginya bisnis, produk yang paling laku dan tak laku, hingga memudahkan saat akan mengakses pembiayaan.

Namun, sayangnya, tak semua pelaku usaha memiliki kemampuan dalam melakukan pencatatan neraca keuangan. Biasanya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) banyak terkendala untuk urusan satu ini.

Hal inilah yang kemudian mendasari lahirnya aplikasi sistem kasir yang diperuntukkan bagi para pelaku UMKM bernama AIPOS. Direktur PT AIPOS Mitra Solusitama, Andro Siahaan menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dapat membantu pelaku UMKM dalam mencatat neraca keuangan bisnisnya.

“Jadi kafe-kafe, siklusnya kalo dari pagi belanja ke pasar, dia (pengusaha) bisa bawa handphone-nya, dia bisa nyatet apa aja yang dibelanja buat hari itu, dimasukin ke aplikasi, lalu hari itu dia proses, siapkan buat jualan. Ketika mereka jual, mereka catet juga dalam aplikasi. Ketika ada pengeluaran dan pemasukan lain-lain, mereka catet juga,” papar Andro saat ditemui di acara Info Franchise & Business Concept (IFBC) di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (25/11).

Setelah memasukkan semua catatan, sambung Andro, barulah AIPOS akan menunjukkan laporan keuangan yang sudah tercatat secara menyeluruh. Dari laporan tersebut pengusaha pun bisa melihat untung dan rugi, waktu-waktu yang ramai, menu paling favorit, dan mana produk yang paling besar mendatangkan keuntungan.

Andro pun mengklaim bahwa AIPOS ini mudah untuk digunakan karena memang kemudahan itu yang menjadi fokus AIPOS. Bahkan, ia menyebut bahwa operator outlet pun akan sangat mudah mempelajarinya.

AIPOS memiliki 5 fitur utama yang meliputi Multi Outlet, Daftar Produk, Transaksi Penjualan, Bukti Pembayaran, dan Laporan Harian. Fitur Multi Outlet dapat memudahkan pengguna untuk mengelola keuangan lebih dari 1 outlet hanya dari 1 aplikasi.

Menurut Andro, meski baru berdiri pada Mei 2018 namun aplikasi tersebut sudah menggandeng lebih dari 230 UMKM. Saat ini, AIPOS pun telah bekerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk bisa menjangkau 175 ribu pelaku usaha UMKM.

Proses penggunaan AIPOS sendiri tergolong mudah. Pertama, pengguna bisa mendaftar melalui website aipos.co.id atau mengunduh aplikasinya di Google Playstore untuk mendaftar. Setelah itu, pengguna bisa mencoba berbagai fitur yang ditawarkan selama 14 hari secara cuma-cuma. Setelah lewat 14 hari, maka akan muncul notifikasi bahwa pengguna perlu melakukan pembayaran apabila ingin menggunakan lebih lama. Biayanya pun tergolong murah, hanya Rp 150 ribu per bulan.

Saat ini, selain mencatat neraca keuangan, AIPOS pun tengah mengembangkan simulasi perhitungan untuk modal dan hutang.

“Jadi bisa para rekan-rekan nanti bisa masukin catetan hutang-hutangnya. Saya sudah bayar berapa, sisanya berapa lagi. Penting banget tuh buat bank atau pemberi pinjaman lainnya untuk melihat sebenarnya bisa dibantu (dapat pinjaman) berapa,” terang Andro.

Dan ketika ditanya mengenai target jangkauan UMKM, Andro menyebut bahwa target utama baru akan dimulai tahun depan, yakni dengan menggandeng 10 ribu UMKM.

“Kalo sekarang kita masih kuatin support dulu, kita masih berbenah, masih merangkak. Target utamanya nanti di 2019 pengennya sih achieve 10 ribu UMKM kita bisa bantu,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.