Pengguna KRL Tangerang-Duri Buat Petisi Agar Jalur Kereta Dikembalikan Seperti Semula

0
296
Ilustrasi kereta commuterline. (Antara)

Berempat.com – Semenjak kereta api Bandara Soekarno-Hatta beroperasi, beberapa jalur commuterline terpaksa harus diubah. Perubahan itu tentu berdampak pada penumpang commuterline. Bagi pengguna commuterline sehari-hari tak sedikit yang merasa terganggu pada perubahan tersebut.

Salah satunya adalah pengguna commuterline jurusan Tangerang-Duri. Sebelumnya, di Stasiun Duri kereta dari arah Tangerang berhenti di jalur 4, dan kereta yang dari arah Angke berhenti di jalur 3. Namun, semenjak kereta api Bandara beroperasi, kedua jalur kereta itu pun terpaksa diubah. Untuk kereta arah Tangeran dipindahkan ke jalur 5, sedangkan kereta dari arah Angke dipindahkan ke jalur 2.

Padahal, pemilihan jalur sebelumnya sudah dianggap sudah tepat karena sebagian besar penumpang di Stasiuan Duri merupakan penumpang dari Tangerang yang akan pindah kereta yang mengarah ke Tanah Abang/Sudirman/Depok.

Soal pemindahan jalur barangkali bukan masalah seandainya penumpang tak dibuat ribet. Karena nyatanya, akibat pemindahan jalur itu, penumpang jadi harus keluar dari jalur 5 terlebih dahulu untuk pindah kereta dengan 2 pilihan: menggunakan tangga berjalan yang hanya 1 dan cuma muat untuk 2 orang per baris, dan menyeberang dengan berjalan jauh ke selatan dan melintasi setiap ujung kereta.

Padahal, jumlah penumpang dari arah Tengerang yang transit di Stasiun Duri mencapai 2.400 orang. Karena itulah pengguna KRL Tangerang-Duri sejak 26 Maret membuat petisi yang isinya meminta pemerintah agar mengembalikan lagi jalur Tangerang-Duri dan Angke-Depok seperti semula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.