Triwulan III-2018, Penjualan Properti Turun

0
261
Ilustrasi properti di Jakarta. (Beritasatu.com)

Berempat.com – Memasuki Triwulan III-2018, Bank Indonesia (BI) mendapati adanya penurunan penjualan properti residensial. Hal tersebut didapatkan BI berdasarkan hasil surveinya.

Hasil survei tersebut menunjukkan pertumbuhan penjualan properti residensial turun -14,14% (qtq) atau lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya -0,08%. Namun, pertumbuhan penjualan masih lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat -24,74% (qtq).

Survei tersebut pun menemukan penjualan properti turun di seluruh tipe, mulai dari rumah tipe kecil(-15,92% qtq), tipe menengah (-11,14% qtq), hingga tipe besar (-11,11% qtq).

Menurunnya penjualan properti kali ini diperkirakan terjadi lantaran turunnya permintaan konsumen hingga suku bunga KPR yang dianggap konsumen masih tinggi.

“Faktor utama yang menyebabkan penurunan penjualan rumah adalah penurunan permintaan konsumen, terbatasnya penawaran perumahan dari responden, suku bunga KPR yang dianggap masih tinggi, dan harga rumah yang kurang terjangkau oleh konsumen,” terang Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman.
Hasil survei itu pun menunjukkan bahwa suku bunga KPR tertinggi berdasarkan bank ada di Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar 12,21%. Sementara yang terendah di bank asing dan campuran sebesar 6,82%.

Kemudian berdasarkan lokasi, suku bunga KPR tertinggi tercatat di Bengkulu (14,48%) dan yang terendah di Yogyakarta (8,82%).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.