Bantah Dampak Isu Boikot: Puma Menghentikan Sponsorship untuk Timnas Israel

0
857
Puma Israel
Bantah Dampak Isu Boikot: Puma Menghentikan Sponsorship untuk Timnas Israel
Pojok Bisnis

Merek olahraga Puma telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan sponsorship terhadap tim sepak bola nasional Israel pada tahun 2024. Keputusan ini disampaikan tanpa kaitan langsung dengan seruan boikot terhadap Israel.

Sebuah laporan dari Aljazeera pada Rabu (13/12/2023) menyebutkan bahwa juru bicara perusahaan menjelaskan bahwa langkah ini telah direncanakan sejak tahun sebelumnya dan tidak terpengaruh oleh seruan boikot konsumen terkait konflik di Gaza.

Puma telah lama menghadapi seruan boikot terkait keterlibatannya dengan Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA). Meskipun demikian, seruan tersebut semakin meningkat selama dua bulan serangan Israel di Gaza yang menyebabkan lebih dari 18.000 warga Palestina tewas.

Juru bicara Puma menjelaskan bahwa kontrak perusahaan dengan beberapa federasi, termasuk Serbia dan Israel, akan berakhir pada tahun 2024 dan tidak akan diperpanjang. Pernyataan ini dikirim melalui email kepada kantor berita Reuters.

PT Mitra Mortar indonesia

Rencanakan Kerja Sama dengan Tim Baru

Puma berencana untuk segera mengumumkan kesepakatan dengan beberapa tim nasional baru sebagai bagian dari strategi “lebih sedikit, lebih besar, lebih baik.”

Memo internal Puma yang dilihat oleh Financial Times, yang pertama kali melaporkan berita ini, juga mengonfirmasi perubahan tersebut. Memo tersebut menyatakan bahwa Puma akan terus mengevaluasi semua kemitraan yang ada dan melihat peluang lain untuk memastikan mereka memiliki daftar tim nasional yang kuat.

Puma awalnya menandatangani kontrak dengan IFA pada tahun 2018 untuk menyediakan perlengkapan bagi pemain. Sejak itu, perusahaan ini telah menghadapi seruan boikot dan kritik dari aktivis yang mengklaim bahwa IFA mencakup tim-tim yang berbasis di pemukiman khusus Yahudi di Tepi Barat yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Perusahaan Pro-Israel Makin Didesak!

Perusahaan-perusahaan global yang mendukung Israel semakin menghadapi tekanan seruan boikot dari gerakan Boycott, Divest, Sanctions (BDS) yang dipimpin Palestina, terutama selama dan sebelum perang di Gaza.

Sebagai contoh, awal pekan ini, Zara, perusahaan fesyen ternama, menarik kampanye iklannya dari situsnya setelah mendapat kritik karena meniru adegan penderitaan di Gaza, yang kemudian memicu seruan boikot dari aktivis pro-Palestina.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan