Gandeng Pakar Media, Bukalapak Tunjukan Komitmen Dalam Edukasi Digital

0
431
Najwa Shihab saat menjadi pembicara di BukaTalks, Jumat (7/9). (Tribunnews.com/Yanuar Nurcholis Majid)

Berempat.com – Bukalapak diketahui rutin menyelenggarakan program BukaTalks yang kerap diselenggarakan di kantor Bukalapak sendiri yang terletak di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Kali ini, Bukalapak memilih menggandeng para pakar media sebagai pembicara untuk menggelar BukaTalks dengan tema “Literasi Era Digital”.

Adapun beberapa pakar media yang diundang ialah pendiri Narasi TV Najwa Shihab, Managing Editor Vice Indonesia Ardyan M. Erlangga, dan Director Tribunnews.com Dahlan Dahi.

“Kami mengundang tiga pakar media yang memiliki semangat yang sama untuk membangun media digital dengan cara dan perspektif masing-masing,” terang Associate Vice President of Content Bukalapak Budi Putra dalam keterangan resminya, Senin (10/9).

Dalam keterangannya, Bukalapak mencatut hasil riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2017 lalu yang mengungkap bahwa 143,26 juta dari 262 juta penduduk Indonesia sudah melek internet. Itu berarti sekitar 54,68% penduduk sudah paham internet.

Selain itu, hasil riset lain yang juga dirilis ialah wearsocial.com yang menemukan bahwa pengguna internet di Indonesia rata-rata menggunakan internet hampir 9 jam lamanya setiap hari. Sehingga menempatkan Indonesia pada posisi ke-4 sebagai pengguna internet terlama.

Sebab tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia dan lamanya durasi yang digunakan membuat Bukalapak beranggapan, pelaku media digital punya peran penting dalam menciptakan arus informasi yang dapat bersifat membangun.

Sementara itu, Najwa Shihab beranggapan bahwa perubahan besar pada cara kita mengonsumsi informasi saat ini membuat hubungan antara jurnalis maupun pembuat konten semakin dekat dengan publik. Sehingga komunikasi yang terjalin bukan lagi satu arah melainkan dua arah.

“Melalui acara BukaTalks ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk dapat memanfaatkan media digital sebagai sarana bertukar pikiran yang berbobot dan edukatif,” ujar presenter Mata Najwa tersebut. Masyarakat pun, imbuhnya, harus sadar bahwa dalam dunia internet, rekam jejak digital menjadi abadi.

Pada era digital ini pun perilaku masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi informasi menjadi berbeda. Inilah yang menjadi tantangan bagi media massa. Dahlan Dahi pun tak menampik hal tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi telah memberi warna baru bagi industri media.

“Media harus kreatif menyajikan informasi yang tidak saja relevan, tapi juga punya value kepada pembaca,” terangnya.

Fokus Ardyan M. Erlangga sedikit berbeda. Menurutnya, media digital memiliki tantangan tersendiri pada perkembangan teknologi ini dalam memberikan informasi kepada pembaca.

“Kita harus pintar dalam memilah informasi mana yang layak untuk dipublikasi dan yang tidak,” ungkapnya. Selain itu, lanjut Ardyan, pemilihan topik dan media yang tepat pun tak kalah penting sebagai upaya dalam menggaet penonton maupun pembaca.

“Untuk itu, perspektif baru dari sebuah peristiwa dan kepiawaian memilih topik yang belum ada di media lain merupakan strategi kami dalam mengisi ruang di industri media digital,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.