Akseleran Telah Salurkan Pinjaman ke 200 UKM Indonesia

0
543

Berempat.com – Akseleran, perusahaan teknologi finansial (tekfin) peer to peer (P2P) Lending ini mengklaim sudah banyak berkontribusi dalam pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Menurut Co-Founder sekaligus CCO Akseleran Christopher Gultom, sejak perusahaannya berdiri pada Maret 2017 hingga saat ini sudah lebih dari 200 UKM mendapat pembiayaan dari Akseleran. Bahkan, 99% di antaranya diklaim mampu naik kelas.

“Dalam artian, setidaknya berdasarkan kenaikan omzet penjualan mereka ada yang naik 10%, bahkan ada yang naik sampai 1000%,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (20/8).

Bahkan, Christopher mengaku dalam empat bulan terakhir ini besarnya pelaku UKM yang datang kepada Akseleran membuatnya akan menambah area layanan pembiayaan di beberapa daerah. Daerah-daerah tersebut meliputi Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Surabaya.

“Sehingga kami ingin secara full memenuhi pembiayaan UKM di Pulau Jawa, selain di Jabodetabek, dan juga Balikpapan,” tambahnya.

Christopher pun mengklaim bahwa saat ini Akseleran sudah mampu memberikan pinjaman untuk UKM (borrower) mulai dari Rp 75 juta hingga Rp 2 miliar. Sementara bagi para pemberi pinjaman (lender/investor) dapat menaruh pendanaan di Akseleran mulai dari Rp 100 ribu hingga tak terbatas.

Sejak Oktober 2017 hingga Agustus 2018, Christopher mengaku bahwa Akseleran sudah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 95 miliar dengan catatan Non-Performing Loan (NPL) sebesar 0,6%. Dalam pembiayaannya, Akseleran rata-rata memberikan bunga sebesar 18%-21% per tahun dengan rata-rata pinjaman mencapai Rp 400 juta.

“Ini angka yang real dan kami harapkan status NPL di akhir tahun ini menjadi 0%,” harapnya.

Christopher sendiri yakin bahwa keberadaan tekfin P2P Lending bagi pelaku UKM sangat dibutuhkan saat ini. Apalagi, menurut data yang diketahuinya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gap antara pembiayaan tekfin P2P Lending dengan kebutuhan UKM mencapai Rp 1.000 triliun sampai dengan akhir 2017 lalu. Sementara yang baru bisa dipenuhi sampai dengan Juli 2018 oleh tekfin sebesar Rp 7 triliun.

Karena itu, Christopher percaya bahwa Akseleran bisa terus berkembang dan membantu UKM untuk naik kelas. Apalagi Akseleran telah mendapatkan standarisasi manajemen keamanan informasi ISO 27001. Dengan demikian, Akseleran makin terpercaya karena mampu memastikan keamanan dan perlindungan bagi nasabah.

“Dengan diraihnya ISO 27001 menunjukkan komitmen kami dalam memperhatikan perlindungan konsumen,” tegas Christopher.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.