Inilah Startup Jawara JSC 2018 dan Berhak Atas Hadiah Rp 100 Juta

0
280
Pemberian piala kepada 3 perusahaan rintisan terbaik di ajang JSC 2018. (Jamkrindo)

Berempat.com – Sebuah ajang kompetisi yang diinisiasi oleh Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo), Jamkrindo Startup Challenge (JSC) 2018 akhirnya telah sampai pada penentuan sang pemenang. Dan perusahaan rintisan yang menjadi jawara ialah Tanihood, perusahaan rintisan e-commerce yang menghubungkan antara kelompok tani organik dengan pembeli luar negeri.

Dengan kemenangan tersebut, maka perusahaan yang berdiri pada 2017 ini berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 100 juta dan fasilitas program kemitraan sebesar Rp 50 juta.

COO Tanihood Firly Savitri mengungkapkan, platform Tanihood dibuat untuk memajukan petani Indonesia dengan menciptakan pasar yang tidak terbatas oleh garis geografis antarnegara.

“Tanihood berperan sebagai online marketing dan eksportir sehingga memudahkan kelompok tani memasarkan produk ke luar negeri,” ungkapnya dalam keterangan resmi beberapa hari lalu.

Dengan kemenangan ini, Tanihood berencana akan menggunakan uang hadiah untuk melakukan pelatihan-pelatihan standart ekspor dan penggunaan aplikasi  kelompok-kelompok tani, dan mengikuti pemeran dan business matching di negara-negara pengimpor organik.

“Terim kasih Perum Jamkrindo, ke depan kami ingin menambah jumlah kelompok tani yang siap menjadi supplier di Tanihood,” ujar Filry.

Tanihood mampu menyingkirkan 10 finalis lainnya  yaitu Sirtanio Organik Indonesia, Ekafarm, Rahsa Nusantara, Ladang Lima, UD Berkah Abadi, Sunkrips, CV Inovasi Ikan Terintegrasi, PanenID, dan JALA.

Sementara itu, untuk posisi kedua ditempati oleh Sirtanio Organik yang berhak membawa uang Rp 50 juta dan fasilitas kemitraan Rp 30 juta. Dan juara tiga diisi oleh LadangLima yang berhak atas hadiah Rp 30 juta ditambah fasilitas program kemitraan sebesar Rp 50 juta.

“Kompetisi JSC 2018 merupakan bentuk kepedulian Jamkrindo kepada pengembangan usaha rintisan,” ujar direktur Direktur MSDM, Umum dan Kepatuhan Sulis Usdoko dalam siaran pers.

Usdoko mengatakan, kompetisi ini bertujuan untuk mendukung dan menumbuhkan usaha-usaha rintisan. Kompetisi ini menjaring usaha rintisan yang berpotensi, khususnya dalam bidang ketahanan pangan.

Saat ini, menurut Usdoko, usaha mikro, kecil, dan menengatah (UMKM) telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Usdoko pun mengatakan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), UMKM mendominasi unit usaha di Indonesia hingga 99,9% dengan jumlah lebih dari 57 juta.

Sebagai badan usaha milik negara, yang memiliki bisnis inti penjaminan, Perum Jamkrindo mendukung pengembangan perekonomian nasional dengan cara menjembatani kebutuhan intermediasi yang dapat memudahkan UMKMK mengakses sumber permodalan.

“Perum Jamkrindo memiliki fungsi utama untuk menjembatani UMKMK yang mempunyai usaha layak, tetapi belum memenuhi persyaratan teknis perbankan, khususnya pemenuhan agunan sehingga UMKMK tersebut dapat memperoleh akses keuangan,” ujar Usdoko.

Kini di usianya yang ke-48 tahun dan semakin matang, imbuh Usdoko, Perum Jamkrindo juga  bertekad memperkuat peran strategisnya bagi perekonomian nasional. Itu dilakukan tidak hanya dengan leading di bidang penjaminan, tetapi juga melakukan terobosan lainnya seperti pemeringkatan terhadap UMKM dan memberikan pendampingan kepada para UMKM dengan beragam bentuk, baik konsultasi keuangan, operasional, maupun pengembangan usaha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.