Matahari Department Store Tutup 13 Gerai Selama Tahun 2020

Pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang tidak diantisipasi sebelumnya bagi bisnis di seluruh dunia, tak terkecuali Matahari

0
34
Suasana Peresmian Gerai Matahari Department Store. (Dok: Bisnis.com)

Jakarta – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menutup 13 gerai pada 2020. Langkah ini diambil untuk mengefektifkan kondisi keuangan perusahaan yang selama setahun belakangan terdampak pandemi Covid-19.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, selain menutup 13 gerai format besar, Matahari juga membuka 12 gerai khusus serta membuka tiga gerai format besar baru untuk melengkapi jaringan menjadi total 147 gerai per Desember 2020.

“(Matahari) Membuka tiga gerai format besar baru dan menutup 13 gerai format besar yang tidak menguntungkan. Mengakhiri bisnis Gerai Khusus (menutup seluruh 12 gerai khusus) dan mengkonsolidasi bisnis distribusi,” ujar Chief Financial Officer Matahari, Niraj Jain, Kamis (18/2/2021), seperti yang diberitakan idxchannel.com

Selain itu, Matahari juga meluncurkan inisiatif digital, termasuk situs jaringan baru Matahari.com, beserta aplikasi berbasis Android dan IOS, di samping memperkenalkan saluran penjualan baru: Social Commerce Shop and Talk (WhatsApp), dan di marketplace (Shopee & JD.ID).

LPPF juga mengurangi seluruh beban operasional, bernegosiasi dengan pemilik mal untuk pengurangan biaya sewa dan mengkonsolidasikan seluruh aktivitas Support Centre dalam satu lokasi.

Selain itu, Matahari juga mendapatkan fasilitas bank tambahan senilai Rp0,5 Triliun, di atas fasilitas sebelumnya senilai Rp1,7 Triliun selama kuartal kedua 2020.

“Kami meyakini bahwa sangat tidak mungkin penjualan akan kembali ke normal sebelum tahun 2022. Fokus kami saat ini adalah menjaga pelanggan dan karyawan kami tetap aman, sementara bersiap untuk pemulihan yang dapat datang kapan pun. Tim kami berpegang teguh pada Belanja Aman – 5 Komitmen Matahari dan melayani pelanggan dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Niraj Jain.

Pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang tidak diantisipasi sebelumnya bagi bisnis di seluruh dunia, tak terkecuali Matahari. Sepanjang 2020, Perseroan beroperasi di lingkungan dengan tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi. Pada Maret 2020, Matahari menutup sementara hampir seluruh gerai, dan kemudian membuka kembali secara bertahap di Mei.

Di pertengahan September, pembatasan kembali diberlakukan yang mengakibatkan penutupan gerai atau pembatasan jam operasional, juga pembatasan jumlah pelanggan. Matahari memastikan keselamatan seluruh pelanggannya dan karyawannya, dan dengan ketat mengikuti berbagai protokol kesehatan.