OJK dan BI Percepat Ganti Jenis Kartu ATM untuk Minimalisir Kasus Skimming

0
920
Kartu ATM dari beberapa bank. (wordpress)

Berempat.com – Beberapa waktu lalu kasus skimming sempat menghebohkan Indonesia setelah nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) kehilangan uang di rekening. Modus skimming sendiri bukanlah hal baru, melainkan sudah cukup lama terjadi di perbankan.

Kasus skimming memang harus segera diatasi agar tidak ada lagi bank maupun nasabah yang merugi. Untuk itulah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) sedang mempersiapkan pergantian kartu ATM. Selama ini kartu ATM yang digunakan nasabah adalah magnetic stripe, OJK dan BI akan mengubahkan ke teknologi chip.

“Yang diambil datanya dari magnetic stripe, nah tidak ada alat anti-skimming paling efektif, (selain) ganti kartu ATM menggunakan chip,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana di Gedung OJK, Kamis (29/3).

Sejauh ini, jelas Heru, OJK dan BI telah bekerja sama untuk mempercepat penggantian kartu dari magnetik ke Chip. Namun sejauh ini ada kendala yang masih dihadapi oleh bank, seperti biaya dan waktu persiapan. Namun, Heru menekankan bahwa itu tetap menjadi prioritas dan akan dirampungkan dalam waktu dekat.

“Tapi fokus kami jika ada kejadian seperti itu ya kartunya harus segera diganti. Daripada berulang terus, mendingan langsung diganti, kami akan upayakan supaya lebih cepat,” tegasnya.

Selain itu, Heru juga meminta agar bank melakukan pengawasan terhadap mesin-mesin ATM yang dimiliki dengan melakukan patroli. Tujuannya agar dapat segera mengambil tindakan jika ada alat mencurigakan yang terpasang di mesin.

Namun, memang Heru mengakui bila itu bukan pekerjaan mudah mengingat setiap bank memiliki ribuan ATM yang tersebar di Indonesia. Apalagi, selain skimming, pencurian uang rekening juga ada yang menggunakan modus tradisional seperti menggunakan tusuk gigi sebagai alat pengganjal di mulut tempat memasukkan kartu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.