Inilah CV Laksana, Perusahaan yang Bakal Ekspor 1.034 Bus ke Bangladesh

0
1205
Ilustrasi bus yang diproduksi CV Laksana. (laksanabus.com)

Berempat.com – Sebuah kabar menggemberikan datang dari perusahaan lokal di tengah ketatnya persaingan bisnis. Di tengah sentimen perang dagang yang dilakukan antara Tiongkok dan Amerika Serikat, salah satu perusahaan di Indonesia justru dikabarkan akan mengekspor bus. Jumlahnya pun tak main-main, yakni mencapai 1.034 bus.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Arlinda akhir pekan lalu. Airlanda mengungkapkan bahwa kesepakatan ekspor tersebut berlangsung di sebuah pameran industri RI. Pada pameran tersebut pemerintah berhasil mendatangkan investor dan pelaku usaha dari berbagai negara.

Dalam pameran tersebutlah disepakati transaksi 1.034 unit bus yang diekspor dari Indonesia ke Bangladesh. “Jadi kita pameran, dibeli oleh mereka sebanyak 1.034 bus,” kisahnya.

Namun, rupanya tak hanya bus. Bangladesh juga dikabarkan membeli lokomotif asal Indonesia. Airlanda pun mengungkapkan total transaksi antara Bangladesh dan Indonesia mencapai Rp 4,3 triliun.

“Pokoknya kita dapat transaksi hampir US$ 179,79 miliar atau Rp 4,3 triliun antar ke 2 negara,” ungkapnya. Artinya, harga 1 bus sekitar Rp 1,9 miliar.

Adapun ribuan bus yang akan diekspor ke Bangladesh tersebut merupakan produksi dari perusahaan karoseri lokal, yakni CV Laksana.

Berdasarkan penelusuran Berempat.com dari laman perusahaan, CV Laksana merupakan perusahaan karoseri bus yang berdiri pada 1967. Awalnya, sebelum menjadi produsen bus CV Laksana masih berupa bengkel mesin otomotif yang didirikan oleh Yusuf Arman.

Setahun berselang, CV Laksana membentuk divisi manufaktur bodi otomotif dan mengerjakan minivan pertama, Mitsubishi T-120. Dalam waktu setahun, pertumbuhan bisnis pun terjadi. Tahun 1978, area pabrik pun diperluas yang semula 1.000 meter persegi menjadi 5.000 meter persegi.

Seiring berjalannya waktu, area pabrik kembali diperluas pada 1982 dari 5.000 meter persegi menjadi 15.000 meter persegi, dan terus meluas menjadi 40.000 meter persegi pada tahun 1988.

CV Laksana tumbuh menjadi perusahaan yang mampu menghasilkan produk berkualitas terbaik. Bahkan, produk-produknya memiliki kualitas baik yang setara dengan negara lain. Karena itu, di tahun 2008 CV Laksana meraih sertifikasi ISO-9001.

Namun, CV Laksana baru melakukan ekspor perdananya pada 2009, yaitu mengekspor bus ke Kepulauan Fiji. Dan kini, perusahaan yang sudah berada di generasi ketiga ini akan mengekspor bus sebanyak 1.034 unit ke Bangladesh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.