Bangun Akses Air Bersih di Buleleng, Sampoerna Raih AREA Awards

0
329
PT HM Sampoerna, Tbk. kembali menerima penghargaan bergengsi internasional The Asia Responsible Enterprise (AREA) Awards. (IST)

Berempat.com – PT HM Sampoerna, Tbk. kembali menerima penghargaan bergengsi internasional The Asia Responsible Enterprise (AREA) Awards setelah mempertahankan komitmennya dalam melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan melalui program Akses Air Bersih.

Program tersebut berjalan di bawah payung ‘Sampoerna Untuk Indonesia’ yang bekerja sama dengan IDEP Foundation selama tahun 2015 – 2016, yang berfokus di Desa Gobleg, Banjar dan Desa Selat Sukasada, Buleleng, Bali. Rekognisi untuk Sampoerna ini diberikan dalam ajang The International CSR Summit di Filipina pada hari Jumat, 1 Juni 2018 lalu.

Head of Stakeholders Regional Relations and CSR PT HM Sampoerna Tbk. Ervin Laurence Pakpahan selaku menyatakan, pihaknya selalu yakin bahwa kesuksesan usaha tidak hanya diukur dari performa bisnis perusahaan, namun juga dari kemampuan untuk memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

“Melalui program ’Sampoerna Untuk Indonesia’ kami melaksanakan berbagai kegiatan untuk memajukan bangsa dan masyarakat Indonesia, serta memberikan inspirasi, motivasi, dan sarana bagi masyarakat agar dapat melakukan yang terbaik bagi dirinya sendiri dan bangsa Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (11/6).

“Maka dari itu, kami sangat bangga salah satu program Sampoerna untuk Indonesia yaitu Akses Air Bersih yang berhasil membantu warga sekitar Buleleng mendapatkan air bersih, diakui secara internasional,” lanjutnya.

Selain sektor wisata, perekonomian Bali banyak tergerak dari sektor pertanian. Namun, menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih ada sekitar 50% wilayah di Buleleng, Bali yang mengalami krisis air bersih terutama ketika masa kemarau.

Kondisi itu pula yang melatarbelakangi program Akses Air Bersih dari Sampoerna yang bekerja sama dengan IDEP Foundation, lembaga swadaya masyarakat yang berpusat di Bali dan berpengalaman dalam membangun kemandirian komunitas, serta pelestarian lingkungan.

Secara detail, Executive Director IDEP Foundation Ade Andreawan menjelaskan, program Akses Air Bersih memiliki manfaat yang besar untuk masyarakat. Ade mengklaim program ini telah bermanfaat kepada 13.000 orang, termasuk para petani cengkih.

“Kami mendapatkan data dari Badan Statistik Buleleng bahwa produktivitas petani cengkih di Desa Gobleg, Banjar meningkat dari 180 ton pada tahun 2015 menjadi 195 ton di tahun berikutnya. Begitu juga dengan petani cengkih di Desa Selat, produktivitas mereka meningkat dari 248 ton pada tahun 2015 menjadi 251 ton di tahun 2016,” terangnya.

Sementara itu, Putu Sedana yang merupakan salah satu warga Desa Gobleg mengaku sangat menyambut baik program Akses Air Bersih tersebut.

“Kini saatnya bagi kami, bersama dengan seluruh organisasi masyarakat desa, untuk memberikan perhatian lebih dan menggunakan sarana dengan bijaksana termasuk untuk menjaga dan mengontrol sistem perpipaan distribusi air,” ujar Putu.

“Semoga program ‘Akses Air Bersih’ dapat menjadi aset yang bermanfaat secara jangka panjang bagi warga di Desa Gobleg, Banjar dan Desa Selat Sukasada, Buleleng, Bali. Kami juga berharap dapat terus melakukan program lain yang berdampak positif bagi masyarakat luas,” tutup Ervin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.