Adopsi Teknologi Office 365, OCBC NISP Siap Menuju Transformasi Digital

0
393
(Kiri) Director Small Medium Corporate & One Commercial Partner Microsoft Indonesia Mulia Dewi Karnadi; Executive Vice President IT OCBC NISP David Formula; President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee; dan Corporate Lead Microsoft Indonesia Wahyudi Purnama. (Dok. Microsoft Indonesia)

Berempat.com – Bank OCBC NISP telah siap menuju transformasi digital seiring dengan keputusan perusahaan dalam mengadopsi teknologi Office 365 guna meningkatkan produktivitas dan daya saing di Indonesia.

Apa yang dilakukan OCBC NISP tak terlepas dari hasil penelitian Microsoft pada 2017 lalu, yang mengungkapkan bahwa 81% pemimpin bisnis industri jasa keuangan di Asia Pasifik merasa perlu bertransformasi menjadi bisnis digital. Namun, dari keseluruhan responden hanya 31% yang menyatakan mereka telah memiliki strategi digital penuh saat ini.

“Sangat penting bagi setiap pimpinan bisnis untuk mengevaluasi dan mengimplementasi setiap perubahan untuk menghadapi tantangan budaya dan manajemen, yang menghambat setiap pekerja untuk bekerja tanpa hambatan, dari manapun mereka berasal,” ujar Direktur Utama Microsoft Indonesia Haris Izmee dalam keterangan resmi yang diterima Berempat.com, Rabu (30/5).

Pada kesempatan yang sama, Executive Vice President IT Bank OCBC NISP David Formula mengungkapkan, selama bertahun-tahun pihaknya telah berfokus pada percepatan bisnis dengan menciptakan produk customer centric dan inovasi layanan.  Pihaknya pun melihat era digitalisasi bukanlah sebuah ancaman, melainkan sebuah peluang.

“Sebagai sebuah bank, di sini kami melihat digitalisasi sebagai penggerak utama bagi proses otomasi dan juga penyediaan nilai tambah bagi pelanggan kami. Kami percaya bahwa bagian dari percepatan bisnis kami adalah penggunaan bantuan teknologi yang tepat,  memungkinkan kami untuk lebih cepat, kolaboratif, dan efisien,” ujar David.

David pun berharap, setiap pekerja memiliki pola pikir digital yang dapat membantu perusahaan memiliki daya saing di era disruptif ini, sambil memprioritaskan keamanan dan kepercayaan pelanggan.

Pasalnya, menurut David, pemberdayaan karyawan menjadi salah satu aspek paling penting dalam perjalanan transformasi digital di Indonesia. Karena itulah OCBC NISP pun mengadaptasi Microsoft 365, sebuah solusi pintar yang didalamnya termasuk Office 365, Windows 10, dan Enterprise Mobility + Security.

Haris pun menambahkan, meningkatnya ancaman keamanan dalam ekonomi digital saat ini merupakan hal yang nyata dan tidak dapat diabaikan. Serangan siber dan penipuan adalah ancaman utama setiap bank saat ini.

“Orang tidak menggunakan teknologi yang mereka tidak percayai. Ini merupakan aturan utama yang berlaku bagi setiap perusahaan dan individu karena kita hidup di era mobile-first dan cloud-first. Menjamin keamanan, kerahasiaan, dan kepatuhan adalah kunci untuk membantu perusahaan jasa keuangan untuk melanjutkan transformasi digital dengan percaya diri,” sambung Haris.

Selain itu, Haris mengungkapkan, kepercayaan OCBC NISP terhadap Microsoft yang selalu berinvestasi lebih dari US$ 1 miliar setiap tahunnya untuk riset dan pengembangan keamanan siber.

“Indonesia jelas berada pada jalur cepat transformasi digital. Dalam empat tahun ke depan, kami berharap dapat melihat setidaknya 40% PDB Indonesia berasal dari produk dan layanan digital,” tutup Haris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.