Harbolnas, Ajang Panen Bisnis e-Commerce. YLKI: Jangan Terjerat Diskon

0
58

 

hari belanja online nasional (harbolnas) yang kini digelar hampir tiap bulan, jadi ajang mendulang untung para e-commerce. salah satunya Bukalapak mencatatkan sekitar 2 juta transaksi per hari pada hari pertama ajang harbolnas 11.11 kemarin.

Pencapaian tersebut, tidak terlepas dari program-program utama Bukalapak dalam AS11K. Beberapa program utama Bukalapak dalam ajang Harbolnas tahun ini adalah penawaran barang dengan harga mulai dari Rp 11 dan diskon hingga 99 persen.

Selain itu, Bukalapak juga mengadakan promo investment, di mana pelanggan yang melakukan pembelian produk BukaReksa apapun, termasuk paket BukaReksa, senilai minimum Rp 50.000 dengan minimum 5 kali transaksi berkesempatan mendapatkan hadiah berupa gadget dan Reksa Dana Pasar Uang Rp 15 Juta.

Namun demikian, ajang Harbolnas yang telah menjelma menjadi tren belanja masa kini yang selama beberapa tahun belakangan menyita perhatian masyarakat dan menjadi arena bagi pelaku dagang-el, tidak diikuti oleh semua marketplace dagang-el.

Salah satu marketplace raksasa, Tokopedia, tidak ikut berpartisipasi dalam Harbolnas 11.11. Bahkan, platform tersebut belum pernah ikut serta dalam ajang Harbolnas 11.11 sejak pertama kali berdiri pada 2009 silam.

VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan Tokopedia menjalankan kampanye-kampanye lain yang dinilai juga dapat menjadi solusi berbelanja bagi konsumen di Tanah Air.

“Saat ini Tokopedia menjalankan campaign Tokopedia #1 Everyday, di mana kami menawarkan kejutan harian dengan tujuan Tokopedia dapat menjadi solusi setiap hari untuk masyarakat Indonesia tanpa perlu menunggu hari atau tanggal tertentu,” ujarnya Senin, 11 November 2019.

Sementara untuk festival belanja tahunan, Tokopedia memiliki acara Ramadan Ekstra yang disesuaikan dengan budaya Indonesia dan telah diselenggarakan selama dua tahun berturut-turut.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau konsumen tidak terjerat bujuk rayu diskon pada harbolnas 11.11 atau 12.12 bulan depan.

“Cermatilah bentuk-bentuk diskon yang diberikan, termasuk jenis barang yang diberikan diskonnya,” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulis Abadi dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (10/11).

Tulus mengimbau konsumen harus tetap kritis dan rasional. Dalam hal ini, berbelanja dengan mengedepankan kebutuhan (need) bukan keinginan (want).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.