Masyarakat Demo Tolak Kenaikan BBM

(Ilustrasi: pexels/ Engin Akyurt)

Jakarta – Sejumlah elemen masyarakat yang melakukan demo secara bergantian di Patung Kuda Arjuna Wijaya Jakarta Pusat untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Massa demonstrasi tolak kenaikan BBM ini membubarkan diri pada sore harinya. Jalan Medan Merdeka Barat ramai lancar.

Pantauan di lokasi, Selasa (6/8), pukul 18.00 WIB, kawasan Patung Kuda sudah steril dari massa. Sejumlah polisi yang sempat menjaga lokasi juga berangsur meninggalkan lokasi.

Tak ada kemacetan yang terjadi saat massa bubar. Situasi lalu lintas di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya terpantau ramai lancar.

Sebelumnya diketahui, terdapat sejumlah elemen masyarakat yang melakukan demo secara bergantian di Patung Kuda Arjuna Wijaya hari ini untuk menolak kenaikan harga BBM, di antaranya dari massa buruh, BEM Nusantara, massa Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia, dan Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku.

Pada siang tadi, massa juga sempat membakar ban di lokasi demo. Massa terlihat berbaris di sekeliling ban yang dibakar sambil memegang poster dan spanduk menolak kenaikan harga BBM.

“Ini adalah bentuk kemarahan rakyat, rezim telah gagal menyejahterakan rakyat,” ujar orator.

Massa buruh juga menggelar demo menolak kenaikan harga BBM di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus). Ada tiga isu tuntutan yang dibawa dalam demo tersebut.

“Ada tiga isu yang diangkat, yang pertama tolak kenaikan harga BBM,” kata Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal di depan gedung DPR, Selasa (6/9/2022).

Tuntutan kedua adalah menolak pembahasan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja. Terakhir, meminta agar upah minimum meningkat pada 10-13 persen pada 2023.

“Saya termasuk orang yang percaya bahwa Presiden Jokowi kalau rakyat bergerak, dia akan mendengar. Kita harus yakinkan Presiden Jokowi bahwa keputusan beliau tidak tepat dan menyengsarakan rakyat. Jurnalis, netizen, gunakan kekuatan jari-jari untuk kita lawan,” ujarnya.