Ini Cara Membuat Miniatur Vespa dari Kaleng Bekas

0
4290

Perkenalkan juga, saya Taufik dan teman saya Imam yang memiliki usaha dan hobi merakit bahan-bahan bekas menjadi miniatur vespa. Sebelumnya kami sangat apresiasi sekali dengan keinginan bapak yang ingin memanfaatkan limbah bekas di lingkungan sekitar. Karena, seperti yang kita tahu, limbah dari kaleng bekas soft drink tidak bisa diurai oleh tanah, meskipun sudah berusia puluhan tahun.

Maka dari itu, dengan kita memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk kreatif yang unik dan menarik, membuat kita bukan hanya membantu untuk menjaga kelestarian alam saja. Tetapi juga membantu perekonomian dengan menciptakan ragam produk berbahan limbah namun memiliki nilai komersil yang tinggi, salah satunya dengan membuat produk-produk miniatur vespa yang sangat disukai banyak konsumen.

Kreasi Miniatur Vespa Multifungsi. Untuk membuat produk miniatur vespa bukan hanya menonjolkan art yang bagus, tetapi juga harus mengedepankan sisi komersial yang tinggi. Hal ini dilakukan bila produk miniatur vespa memang digunakan sebagai ladang bisnis. Agar miniatur vespa dari kaleng bekas soft drink mampu naik kelas dan memiliki nilai jual, maka produk tersebut harus diciptakan dengan memiliki sisi estetika sebuah hiasan rumah dan fungsi lain yang dibutuhkan masyarakat.

Untuk membuat sebuah miniatur vespa memiliki nilai art dan estetika yang mampu menarik perhatian konsumen, pelaku usaha harus membuatnya dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas, misalnya dari segi bentuk serta warna finishing yang baik. Selain itu, pengerjaan yang rapi dan halus juga mampu memberikan nilai tambah bagi estetika sebuah produk kreatif seperti pajangan ruangan tersebut.

Sedangkan untuk sisi produk yang multifungsi, miniatur vespa tidak hanya dibuat sebagai pajangan rumah saja, tetapi juga bisa difungsikan sebagai asbak hingga tempat pensil. Yakni dengan memberikan tempat asbak atau tempat pensil yang terbuat dari kaleng bekas dan disambungkan pada bagian sisi miniatur vespa.

Mengenai harganya, terbilang cukup terjangkau, yakni bekisar Rp 30 ribu hingga Rp 150 ribu per buah, tergantung tingkat kesulitan dari proses pembuatannya. Produk miniatur vespa ini selain dijadikan sebagai pajangan rumah, juga bisa digunakan untuk suvenir sebuah acara, seperti pernikahan, ulang tahun, seminar, dan masih banyak lagi.

Proses Pembuatan. Bahan baku yang digunakan untuk membuat miniatur vespa tersebut didominasi oleh bahan limbah kaleng soft drink, selain itu dibutuhkan sedikit kawat yang digunakan untuk desain stang motor. Sedangkan untuk peralatan dan perlengkapan lain yang digunakan, cukup sederhana, yakni gunting, cutter, tang kecil, lem besi, dan cat besi untuk finishing produk.

Untuk membuat sebuah miniatur vespa, biasanya membutuhkan 3-4 kaleng bekas soft drink. Dan yang menjadi catatan penting, bahan baku kaleng soft drink yang digunakan harus dalam keadaan bagus, terlebih pada bagian atas dan bawah kaleng yang berbentuk cembung. Karena bila bagian tersebut sudah rusak atau pun penyok, maka kaleng soft drink tersebut tidak bisa digunakan.

Tahapan produksi dimulai dengan menggunting bagian atas dan bawah kaleng. Kemudian bagian tengah digunting sehingga menjadi sebuah lembaran. Untuk bagian atas kaleng soft drink yang terdapat lubang tuas pembukanya, dipotong sesuai garis di sekitar lubang tersebut, dan bisa digunakan sebagai jok vespa-nya. Sedangkan untuk bagian bawah kaleng yang berbentuk cekung, digunakan untuk bahan pembuat ban serta body vespa. Setelah bahan kaleng bekas soft drink digunting dan dirapikan pinggirannya

Untuk membuat body vespa yakni dengan menggunakan bagian bawah kaleng yang digunting menjadi dua bagian, untuk bagian kiri dan kanan. Untuk menyambungkan bagian body vespa tersebut, yakni menggunakan lembaran kaleng bekas, yang direkatkan dengan bantuan lem besi. Setelah itu lembaran kaleng bisa dibentuk sesuai dengan body dan sayap pada motor vespa kebanyakan.

Proses pembuatan dilanjutkan dengan membuat bagian spakbor sepeda, yakni masih dengan menggunakan bagian bawah kaleng bekas yang dipotong menjadi seperempat bagian. Namun yang dugakan hanya dua bagiannya saya. Dan untuk mendapatkan lengkungan seperti spakbor vespa, bisa disambung dengan lembaran kaleng, dan direkatkan dengan lem besi.

Tahap selanjutnya adalah pembuatan ban, yang masih menggunakan teknik serupa dengan pembuatan body dan spakbor sepeda. Yakni memotong menjadi kaleng bagian bawah menjadi dua bagian yang sama, yang kemudian dirangkai dengan menggunakan bahan kaleng berbentuk lembaran sehingga menjadi bentuk ban setengah lingkaran yang benar-benar pas. Kebutuhan ban ada dua buah, yang diberikan di bagian depan dan belakang.

Setelah semua bagian-bagian miniatur vespa seperti bagian body, jok, spakbor, dua buah ban, dan stang dari kawat selesai dibuat, proses selanjutnya adalah merangkai bagian tersebut dengan bantuan lem besi dan menjadi sebuah kesatuan, yakni miniatur vespa. Dan proses terakhir atau finishing adalah pemberian warna atau stiker untuk mempercantik produk miniatur vespa tersebut.

Untuk pembuatan miniatur vespa, dalam satu hari bisa menghasilkan 4-5 produk setengah jadi. Sedangkan untuk miniatur vespa yang sudah selesai hingga proses finishing, dalam satu hari biasanya hanya menghasilkan miniatur vespa siap jual.

Strategi Pemasaran. Dalam proses pemasarannya, produk miniatur vespa ini bisa dipromosikan melalui media jejaring sosial seperti facebook, twitter, hingga kaskus. Selain itu produk kreatif ini juga bisa dikenalkan melalui berbagai ajang pameran dan bazaar produk kreatif, karena pengunjung yang datang pada event tersebut biasanya memang orang-orang yang tengah mencari produk-produk kreatif baru yang memiliki seni unik tersendiri.

Tidak hanya itu, pemasaran dari mulut ke mulut juga bisa membantu untuk promosi produk kreatif tersebut. misalnya bila seorang pelanggan puas dengan produk miniatur vespa yang dibuat, maka ia akan menawarkannya kepada teman yang lain. Karena produk yang dibuatnya menggunakan bahan baku bekas, maka penjualan dari produk tersebut mampu meraup untung mencapai 90 %.

Kendala dan Prospek Usaha. Sejauh ini, permasalahan yang dialami dalam menjalankan usaha pembuatan miniatur vespa memang tidak terlalu berat. Dilihat dari segi keberadaan bahan baku yang bisa didapatkan di mana saja, karena merupakan limbah bekas yang selalu dibuang setelah dipakai. Sedangkan untuk pemasaran, meskipun belum terlalu besar, namun sedikit demi sedikit banyak masyarakat yang tertarik untuk membelinya, selain itu, pelaku usahanya saat ini terbilang masih sedikit.

Hal-hal tersebut membuat usaha kreatif ini memiliki prospek yang cukup bagus, asal pelaku usaha mampu melihat keinginan pasar, serta berani memberikan kreasi unik dengan produk multifungsi yang mampu menarik perhatian konsumen. Selain itu pelaku usaha juga harus bisa berkreasi dengan membuat ragam produk miniatur yang lebih beragam lagi.

 

Oleh: Taufik dan Ilham, Pemilik Alkotunz Softdrinkscraft

Jalan Duri Bulan No. 2 Batuampar III, Kramat Jati–Jakarta Timur

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.