Membentuk Pribadi Unggul Wirausahawan Mandiri  

0
197
sukses berbisnis (dok seniberpikir.com)

 

Seiring semakin ketatnya persaingan  hidup dan tingginya biaya hidup di kota besar serta ketersediaan lapangan pekerjaan yang terbatas memaksa kita untuk bersikap dan bertindak dengan tekad yang kuat untuk dapat bertahan hidup. Berlatar belakang dari kondisi kehidupan saat ini banyak sekali saudara-saudara kita berupaya untuk melakukan kegiatan berwirausaha.

Ada pemahaman yang kurang tepat mengenai makna kata Wirausaha atau Wiraswasta. Orang lebih banyak memaknainya sebagai membuka satu bidang usaha entah itu produksi barang ataupun jasa untuk memperoleh keuntungan. Wirausaha atau wiraswasta berasal dari bahasa Sansekerta, Wira berarti manusia unggul, teladan, berbudi luhur, atau berani, Swa artinya sendiri, dan Sta artinya berdiri. Jadi Wiraswasta bisa diartikan keberanian dan keteguhan dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri.

Untuk Menjadi Wirausaha tidak harus selalu membutuhkan modal yang besar, modal di bawah 5 juta atau di bawah Rp 50 ribu pun sudah bisa melakukan kegiatan kewirausahaan yang dimulai dari aktivitas kegiatan di rumah, misalnya dengan membangun apotik hidup di rumah, mengganti pola komuniksi dari telepon langsung ke WA, mengganti lampu penerangan rumah yang tidak utama dengan lampu LED [1 watt],  mengganti transportasi ke kantor dari mobil pribadi ke angkutan umum, berpuasa.

Semua sikap-sikap sederhana itu sudah mencerminkan Kegiatan Kewirausahaan, karena sikap tersebut akan memperkecil pengeluaran keluarga.  Dana yang berhasil disisihkan bisa digunakan untuk membangun usaha rumahan seperti menjual sarapan pagi, lontong, risoles, dan bakwan goreng lalu dibawa ke kantor untuk dijual ke rekan kerja.

Kalau kegiatan rutin ini sudah terulang secara terus menerus maka secara tidak langsung kita akan punya “Personal Brand” yang kuat, seperti  “Risoles Watie” itu karena risoles kita sudah dikenal. Kalau sudah mulai dikenal jangan sampai kita kehilangan momentum untuk membuka outlet di rumah dan diperbesar omsetnya.

Sebuah data penelitian menunjukkan, untuk 51 juta pelaku usaha mikro mampu menghidupi lebih dari 83,6 juta orang. Di sini kita bisa lihat bila kita mampu mengembangkan kekuatan Mikro melalui pengembangan dan proses penduplikasian yang baik dan cepat, negeri yang kita cintai akan jauh lebih makmur dan berkelimpahan.

Untuk bisa menjadi pelaku usaha mandiri yang unggul wajib memiliki sifat-sifat pribadi unggul, seperti :

  1. Berbadan Sehat dan Bugar. Untuk bisa maksimal dalam melakukan kegiatan yang produktif, faktor kesehatan dan kebugaran tubuh tentu sangat penting. Karena itu perlu membiasakan diri dengan pola hidup sehat, konsumsi makanan sehat, berolahraga, dan cukup istirahat dengan rileks.
  2. Memancarkan Energi Positif. Energi positif terpancar dari kegiatan-kegiatan positif seperti murah senyum, suka membantu, suka bersedekah, dan mencoba untuk selalu berpikir dan bertindak positif
  3. Bersifat Jujur. Siapa bilang dalam dunia bisnis tidak bisa untung jika jujur. Kejujuran justru menimbulkan respek dari rekan kerja, konsumen, relasi dan semua orang.
  4. Cerdik Dalam Mengelola Waktu. Waktu bekerja yang efektif dan efisien akan mampu menghasilkan rezeki yang barokah dan melimpah. Karena itu hindari menghabiskan waktu untuk hal yang tidak produktif apalgi cenderung negatif, kelola waktu dengan baik kapan waktunya bekerja, kapan waktunya bersantai dan istirahat, kapan mengisinya dengan berbagai kegiatan lain yang positif.
  5. Selalu Berkata dan Menjadi Pendengar yang Baik. Karakter ini dapat memperkuat tali silaturahmi, membangun goodwill serta memperbaiki dan memperluas jaringan.
  6. Taat Beribadah dan Penuh Keyakinan. Beribadah sesuai keyakinannya, dapat membangun kecerdasan spiritual. Menyeimbangkan kecerdasan emosional, selain itu juga harus meningkatkan kecerdasan intelektual.
  7. Berorientasi pada Proses dan Hasil yang Baik. Proses usaha yang dijalankan dengan baik, InsyaAllah akan memberikan hasil yang baik dan bermanfaat.

Sifat- sifat ini bisa kita gunakan di dalam menyusun doa harian kita untuk menuju kehidupan dunia dan akhirat yang penuh keseimbangan dan keberkahan. Susunlah doa harian Anda dalam sebuah script dan internalisasikan ke alam bawah sadar Anda, dengan cara meminta teman, keluarga yang dapat dipercaya untuk membacakan doa tersebut pada saat Anda sedang dalam tahap awal terlelap tidur. Keesokan harinya baru Anda baca  dan realisasikan dalam jurnal kegiatan konkrit yang berulang. InsyaAllah sifat-sifat pribadi unggul akan melekat pada diri Anda.

 

Oleh : Yoyok Indrayatno

Pelatih usaha dari ACC Indonesia (Amanah Coaching Clinic Indonesia)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.