Pentingnya Makan Sahur Saat Mudik

0
332

Banyak orang memandang sepele sahur, apalagi saat perjalanan mudik . Buktinya, menu saat berbuka cenderung “lebih wah” dibandingkan dengan menu sahur. Ada juga yang merasa cukup dengan hanya minum teh manis. Padahal, sahur termasuk “komponen” penting dalam menunjang kelancaran perjalanan mudik.

Selama berpuasa, melalui proses biokimia yang melibatkan sistem hormon dan saraf, organ hati melakukan pelepasan cadangan glukosa (gula darah) dan membentuk glukosa baru dari sisa pembakaran di dalam tubuh. Mekanisme ini memungkinkan terjadinya peningkatan kadar gula darah selama berpuasa. Karena itu, saat sahur, sebaiknya orang mengonsumsi makanan seperti sarapan.

Menurut dr. Samuel Oetoro, MS, sahur hendaknya memenuhi porsi sekitar 40 persen dari kebutuhan kalori sehari. Total 40 persen kalori ini bisa dibagi lagi.

“Sekitar 30 persen berupa makanan lengkap yang memenuhi syarat, bisa dikonsumsi begitu bangun tidur. Sisanya, 10 persen, dialokasikan menjelang imsak,” ujar ahli nutrisi dari Semanggi Specialist Clinic, Jakarta ini.

Waktu sahur yang disarankan adalah pukul 03.30-04.00 WIB, agar sekitar 10 menit sebelum azan subuh, masih ada waktu untuk menikmati kudapan terakhir.

Walaupun jadwal makan berubah, porsi tetap sama. Dengan demikian, kebutuhan untuk sehari itu nantinya terpenuhi, sehingga tidak ada pengurangan kalori.
Bila pun suatu saat “kesiangan” dan waktu sudah menjelang imsak, usahakan tetap makan. Untuk mengantisipasinya, sediakan makanan siap santap misalnya roti tawar dan buah-buahan seperti semangka, mangga, jeruk, apel, atau pir.

Cermati Asupannya
Pada dasarnya, untuk mempertahankan kebugaran tubuh, pola makan selama berpuasa tidak berbeda dengan 11 bulan lainnya dalam setahun. Meski demikian, karena tubuh seperti diharuskan mengosongkan perut selama 14 jam dalam sehari, untuk lebih mendukung kekhusyukan berpuasa, kiat berikut ini bisa diterapkan:

Perbanyak buah dan sayur. Buah dan sayur aneka warna memberi asupan vitamin dan mineral bagi tubuh. Vitamin dan mineral dibutuhkan untuk menunjang kerja tubuh supaya lebih efisien. Buah dan sayur memperlambat pengosongan lambung sehingga memberi rasa kenyang lebih lama. Buah dan sayur dapat menahan cairan tubuh, sehingga kita tidak mudah haus. Pilih buah yang mengandung banyak air seperti apel, pir, melon, semangka.

Hindari makanan berminyak. Selain yang berminyak, juga makanan bersantan, makanan instan, dan fast food. Semua jenis makanan tersebut mempercepat pengosongan lambung dan meningkatkan rasa haus. Akibatnya, tubuh cepat lemas dan tidak bertenaga.

Hindari makanan manis dan yang pedas. Makanan manis dan pedas lebih cepat meningkatkan rasa haus. Begitu juga kopi. Kurangi kopi. Kopi bersifat diuretik, sehingga cepat mengurangi kadar air dalam tubuh.

Tetap beraktivitas. Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Tak perlu khawatir akan lemas bila tetap aktivitas saat puasa. Bila ingin berolah raga, lakukan mendekati waktu berbuka dengan intensitas ringan-sedang. Dengan begitu, kita tetap bugar dan ibadah pun lancar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.