Arisan Bodong Makin Marak, Kenali Modusnya Sebelum Uang Terlanjur Hilang!

0
7
Arisan Bodong Makin Marak, Kenali Modusnya Sebelum Uang Terlanjur Hilang!
Arisan Bodong Makin Marak, Kenali Modusnya Sebelum Uang Terlanjur Hilang! (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Arisan Bodong bisa terlihat seperti kegiatan keuangan yang sederhana: sejumlah orang berkumpul, menyetor uang secara rutin, lalu setiap anggota mendapatkan giliran menerima dana. Masalahnya muncul ketika sistem tersebut sengaja dibuat untuk mengambil uang peserta tanpa mekanisme yang jelas.

Bagi kami di Berempat.com, memahami mekanisme dan mengenali tanda-tanda arisan yang mencurigakan menjadi langkah penting sebelum memutuskan untuk ikut. Tawaran keuntungan yang terlihat menggiurkan sebaiknya tidak langsung dipercaya tanpa mengecek bagaimana sistem tersebut sebenarnya berjalan.

Arisan sebenarnya merupakan kegiatan yang sudah lama dikenal masyarakat. Peserta biasanya menyetorkan sejumlah uang secara berkala dan dana yang terkumpul diberikan kepada anggota sesuai kesepakatan. Dalam praktiknya, sistem seperti ini sangat bergantung pada kepercayaan dan transparansi.

Ketika unsur tersebut hilang, risikonya berubah.

PT Mitra Mortar indonesia

Pelaku bisa menggunakan nama arisan untuk menarik setoran dari banyak orang, menjanjikan pencairan dalam waktu singkat, lalu menghilang setelah dana terkumpul. Modusnya juga dapat memanfaatkan media sosial, grup percakapan, atau jaringan pertemanan sehingga tawaran terlihat lebih meyakinkan.

Skala persoalan aktivitas keuangan ilegal di Indonesia juga tidak bisa dianggap kecil. OJK mencatat bahwa sejak 2017 hingga 30 Juli 2026, Satgas PASTI telah menghentikan 15.226 entitas keuangan ilegal, terdiri dari 2.122 investasi ilegal, 12.824 pinjaman online ilegal, 278 gadai ilegal, dan 2 aktivitas keuangan ilegal lainnya. Angka tersebut memang mencakup berbagai aktivitas ilegal, bukan khusus arisan, tetapi menunjukkan bahwa masyarakat memang perlu berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang tidak jelas.

Apa yang Dimaksud Arisan Bodong?

Istilah Arisan Bodong umumnya digunakan untuk menyebut arisan palsu atau arisan yang dijalankan dengan praktik penipuan. Bentuknya bisa beragam sehingga tidak selalu mudah dikenali sejak awal.

Pada arisan konvensional, peserta mengetahui siapa pengelolanya, bagaimana mekanisme pengundian atau penentuan penerima, berapa setoran yang harus dibayar, dan kapan masing-masing peserta memperoleh haknya.

Sementara itu, dalam arisan bermasalah, informasi tersebut bisa dibuat samar.

Ada pula skema yang menawarkan keuntungan di luar konsep arisan biasa. Peserta diminta menyetor uang dengan janji mendapatkan jumlah lebih besar dalam waktu tertentu. Ketika keuntungan yang ditawarkan semakin tidak masuk akal, kewaspadaan seharusnya semakin tinggi.

Arisan yang benar-benar berjalan berdasarkan giliran anggota tentu berbeda dengan aktivitas yang menggunakan istilah arisan sebagai kedok untuk mengumpulkan dana.

Modus Arisan Bodong yang Perlu Diwaspadai

Pelaku biasanya tidak datang dengan penawaran yang terlihat mencurigakan. Justru sebaliknya, mereka dapat membuat tawaran terlihat sangat menarik.

Beberapa pola yang patut diperhatikan antara lain:

1. Menawarkan keuntungan tidak masuk akal

Misalnya peserta menyetor sejumlah uang dan dijanjikan menerima berkali-kali lipat dalam waktu sangat singkat. Jika hasil yang ditawarkan jauh melampaui mekanisme arisan normal, jangan langsung menganggapnya sebagai peluang.

2. Menggunakan sistem perekrutan anggota

Peserta lama diminta mengajak orang baru untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Jika sumber pembayaran lebih banyak bergantung pada masuknya anggota baru daripada aktivitas arisan yang jelas, risikonya perlu diperhatikan.

3. Memanfaatkan testimoni keberhasilan

Pelaku dapat menampilkan tangkapan layar transfer, testimoni peserta, atau foto penerima dana untuk membangun kepercayaan.

Masalahnya, bukti seperti itu belum tentu menunjukkan keseluruhan kondisi.

4. Menggunakan batas waktu

Calon peserta didorong segera menyetor karena kuota disebut hampir penuh atau pendaftaran akan ditutup dalam beberapa jam.

Teknik seperti ini membuat orang mengambil keputusan sebelum melakukan pemeriksaan.

5. Mengandalkan hubungan personal

Tawaran bisa datang dari teman, saudara, rekan kerja, atau seseorang yang dikenal di lingkungan sekitar. Kedekatan tersebut membuat calon peserta cenderung lebih percaya.

Padahal, siapa yang menawarkan bukan jaminan bahwa sistemnya aman.

Ciri-Ciri Arisan yang Patut Dicurigai Bodong

Sebelum menyetor uang, ada beberapa tanda yang sebaiknya diperiksa.

  • Pengelola tidak transparan mengenai identitas dan mekanisme arisan.
  • Aturan berubah-ubah setelah peserta mulai menyetor.
  • Pencairan selalu ditunda dengan berbagai alasan.
  • Peserta baru terus dikejar untuk bergabung.
  • Keuntungan dijanjikan terlalu tinggi.
  • Tidak ada catatan transaksi yang jelas.
  • Pengelola sulit dihubungi ketika peserta meminta informasi.
  • Peserta diminta mentransfer uang ke rekening pribadi tanpa penjelasan yang memadai.
  • Ada tekanan untuk segera melakukan pembayaran.
  • Testimoni lebih ditonjolkan daripada mekanisme bisnisnya.

Satu tanda saja belum tentu membuktikan bahwa sebuah arisan adalah penipuan. Namun, semakin banyak tanda tersebut muncul bersamaan, semakin besar alasan untuk menunda pembayaran sampai informasi dapat diverifikasi.

Jangan Terkecoh karena Sudah Ada Peserta yang Menerima Uang

Ini salah satu bagian yang sering membuat skema semacam ini sulit dikenali.

Misalnya seseorang bergabung dan melihat beberapa peserta sebelumnya memang sudah mendapatkan uang. Ia kemudian menganggap sistem tersebut pasti aman.

Padahal, pembayaran kepada peserta awal tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh sistem berjalan sehat.

Dalam skema penipuan tertentu, pembayaran awal justru bisa digunakan untuk membangun reputasi. Setelah kepercayaan terbentuk dan jumlah peserta bertambah, nominal dana yang masuk semakin besar.

Karena itu, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya “Siapa yang sudah mendapatkan uang?”, tetapi juga:

  • Dari mana dana pembayaran tersebut berasal?
  • Bagaimana mekanisme arisannya?
  • Berapa jumlah peserta?
  • Bagaimana urutan pencairannya?
  • Siapa yang mengelola dana?
  • Apakah seluruh transaksi tercatat?
  • Apa yang terjadi jika peserta berhenti membayar?

Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu melihat apakah sistemnya benar-benar masuk akal.

Cara Mengecek Sebelum Ikut Arisan

Tidak perlu memiliki pengetahuan finansial yang mendalam untuk melakukan pemeriksaan awal.

Pertama, minta aturan tertulis.
Jangan hanya mengandalkan penjelasan melalui chat. Pastikan jumlah setoran, jadwal pembayaran, mekanisme pencairan, dan kewajiban peserta dapat dipahami.

Kedua, kenali pengelolanya.
Cari tahu identitas pihak yang mengatur arisan dan bagaimana dana peserta dikelola.

Ketiga, hitung sendiri.
Jika jumlah uang yang dikumpulkan tidak masuk akal dibandingkan dengan dana yang dijanjikan kembali, itu merupakan sinyal penting.

Keempat, jangan terpengaruh testimoni saja.
Testimoni merupakan informasi tambahan, bukan bukti bahwa suatu kegiatan bebas risiko.

Kelima, jangan buru-buru transfer.
Tekanan untuk segera menyetor justru seharusnya menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Arisan Online Memerlukan Kewaspadaan Ekstra

Perkembangan media sosial membuat kegiatan arisan dapat dilakukan tanpa pertemuan tatap muka. Peserta cukup masuk grup, menerima nomor rekening, kemudian melakukan transfer.

Praktis, tetapi juga meningkatkan risiko.

Identitas seseorang di internet belum tentu mudah diverifikasi. Foto profil, nama akun, jumlah anggota grup, maupun tangkapan layar pembayaran dapat dibuat untuk membangun kesan terpercaya.

Oleh karena itu, jangan menganggap grup yang memiliki ratusan anggota otomatis aman.

OJK juga mencatat bahwa penanganan penipuan keuangan menjadi persoalan besar. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), yang diluncurkan pada November 2024, menerima lebih dari 411 ribu laporan penipuan hingga 23 Desember 2025. Data tersebut mencakup berbagai jenis penipuan transaksi keuangan dan bukan khusus arisan.

Angka tersebut memperlihatkan betapa pentingnya kehati-hatian sebelum melakukan transfer kepada pihak yang belum benar-benar dikenal.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Mengikuti Arisan Bodong?

Jangan menunggu terlalu lama jika mulai muncul indikasi penipuan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Simpan seluruh bukti transaksi.
  2. Screenshot percakapan dan informasi grup.
  3. Catat rekening atau nomor telepon yang digunakan.
  4. Jangan menghapus komunikasi dengan pengelola.
  5. Segera hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran jika terjadi transaksi mencurigakan.
  6. Laporkan dugaan penipuan kepada pihak berwenang.
  7. Gunakan kanal pengaduan resmi OJK/IASC sesuai jenis kasusnya.

Kecepatan pelaporan penting dalam kasus penipuan transaksi keuangan. OJK melaporkan bahwa hingga 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp7,8 triliun. Dari rekening yang dilaporkan, 106.222 rekening telah diblokir pada periode tersebut.

Tentu, pemblokiran rekening tidak berarti dana korban otomatis kembali. Namun, pelaporan cepat dapat membantu proses penanganan dan upaya pemblokiran dana yang masih tersedia.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan