Waspada! Ternyata Ini Cara Koperasi Bodong Menggaet Korban

0
923

Berempat.com – Sejatinya koperasi merupakan solusi dan penggerak perekonomian rakyat. Namun, citra koperasi menjadi buruk karena adanya oknum yang membangun koperasi bodong. Sebut saja kasus Koperasi Pandawa yang telah menipu sekitar 4 ribu lebih korbannya.

“Koperasi Pandawa itu yang paling terkenal, korbannya 4.000-an orang dan kebanyakan orang pintar, seperti PNS, TNI, Polri hingga pegawai bank. Mereka tergiur tawaran bunga,” ujar Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam L. Tobing di Kementerian Koperasi, Jakarta, Selasa (4/12).

Memang, penawaran bunga yang tinggi menjadi senjata bagi koperasi bodong untuk membuat korbannya tergiur. Tobing pun menyebut selain kasus Koperasi Pandawa ada juga kasus koperasi abal-abal di Nusa Tenggara Timur. Tobing mengisahkan bahwa koperasi di NTT itu menghimpun dana jemaat di sebuah gereja katolik.

“Mereka himpun dana dan bisa memberikan bunga 12%. Mereka menghimpun dana tanpa batas, padahal kalau dilihat potensi penyaluran dana di sana tidak terlalu tinggi. Itu hanya membuat pengurus menjadi kaya, abis himpun mereka pergi,” papar Tobing.

Tobing juga menyebut bahwa ada koperasi yang menawarkan bunga 2% per hari. Menurutnya, penawaran tersebut tak masuk akal karena berarti dalam sebulan bunga bisa mencapai 60%. Bahkan ia menyebut bunga sebesar itu bisa membuat si pemilik koperasi kaya sendirian. “Mendingan dia aja yang kaya. Kenapa harus ajak orang lain,” ungkap Tobing.

Ada juga kasus koperasi Pandawa di Malang yang menyita perhatian Tobing. Koperasi tersebut mengklaim bisa menerbitkan surat pelunas utang yang bisa diberikan ke bank.

“Ini kan kasihan, sudah punya utang di bank. Terus diminta biaya lagi sama koperasi palsu itu,” jelas Tobing.

Berbagai tawaran yang menggiurkan itulah, menurut Tobing, yang mampu menarik para korbannya. Sebab itu ia meminta masyarakat untuk mewaspadai apabila ada koperasi yang menawarkan sesuatu yang menggiurkan dan tak masuk awal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.