Wejangan Hanif Dhakiri untuk Wirausaha Muda yang Ingin Berkembang

0
406
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri (tengah) saat menjadi narasumber Dialog Kebangsaan Akademi Kewirausahaan Masyarakat bertajuk ‘Peran Socialpreneur Sebagai Alternatif Karir dan Akselerator Produktifitas Masyarakat Desa’ di UGM, Yogyakarta, Sabtu (28/7). (Dok. Kemnaker)

Berempat.com – Pemerintah Indonesia terus mendorong agar sektor wirausaha terus berkembang, khususnya di kalangan anak muda. Namun, dukungan dari pemerintah pun tak cukup karena sejatinya dibutuhkan juga faktor dalam diri wirausaha tersebut bila ingin berkembang.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri sendiri beranggapan bahwa wirausaha muda yang berkembang harus memiliki dua hal, yakni kreatif dan inovatif. Menurutnya, saat ini kreativitas dan inovasi generasi muda adalah kunci bagi mereka untuk memulai wirausaha. Karena dengan keduanya, wirausahawan akan tetap bertahan dalam berbagai perubahan iklim bisnis dan indusri.

“Usia muda tidak berpengalaman itu hal wajar, usia tua berpengalaman itu juga merupakan hal yang wajar, tapi pemuda yang memiliki kreatifitas tingi akan menjadi sesuatu yang luar biasa,” ujar Hanif saat menjadi narasumber Dialog Kebangsaan Akademi Kewirausahaan Masyarakat bertajuk ‘Peran Socialpreneur Sebagai Alternatif Karir dan Akselerator Produktifitas Masyarakat Desa’ di UGM, Yogyakarta, Sabtu (28/7).

Hanif pun mencontohkan banyak perusahaan besar yang gagal eksis di tengah perubahan zaman dikarenakan kegagalan mereka dalam melakukan inovasi.

“Oleh karenanya, kalau mau nyemplung menjadi wirasusaha harus percaya pada kerja keras yang kreatif dan inovatif,” imbuhnya.

Selain itu, untuk memulai menjadi wirausahawan, lanjut Hanif, tidak boleh hanya dilandasi dengan motivasi profit oriented. Lebih dari itu, motivasi bisnis anak muda haruslah wirausaha sosial.

Dengan motivasi tersebut, anak muda tidak hanya menjadi wirausahawan yang mengejar keuntungan bisnis semata, tapi juga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan masyarakat.

“Jadi kita menempatkan diri sebagai agen perubahan. Kalau niat kaya saja salah, tapi kalau niat bantu orang itu baru benar,” tutur Hanif.

Dalam kesempatan ini, Hanif juga memberikan contoh salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong wirausahawan muda. Yakni diresmikannya Innovation Room di Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Pembangunan Innovation Room didasari bahwa perkembangan teknologi dan informasi telah memberi pengaruh besar terhadap perubahan model bisnis dan keterampilan yang dibutuhkan.

Oleh karenanya, Innovation Room ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk membekali generasi muda tentang literasi digital, khususnya digital skill.

“Kunci menjalankan wirausaha adalah kreatifitas dan inovasi. Namun, wirausaha kita harus ditopang dengan IT,” tegas Hanif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.