Mengubah Nasib Pasca Ramdhan

0
67
ekspansi-bisnis (dok digitaloceanspaces.com)

Setelah idul Fitri, beberapa aktivitas bisnis sudah mulai berjalan minggu ini karena kondisi new normal.  Banyak orang ingin hidupnya jadi lebih baik. Ada yang sempit ekonominya, ada yang tertekan dengan lingkungannya, ada yang jenuh dengan kesehariannya, dan ada yang punya masalah lainnya. Nah, jika ada yang mengalami hal-hal itu, pastinya ingin berubah.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengubahnya?

Kalau boleh kami berikan masukan, untuk yang ingin hidupnya berubah total. Maka ubahlah prioritasnya. Jadi sebenarnya apa yang kita utamakan dan apa yang kita dahulukan, itu akan membentuk hidup kita.

Selama ini banyak orang yang hidupnya macet, masalah gak selesai, hidup gak tumbuh, itu karena salah mengatur prioritas. Banyak orang masih mendahulukan hal yang sia-sia, dibanding hal yang bermanfaat.

Banyak yang lebih memilih scroll sosmed hanya untuk mengisi waktu luang, dibanding pakai waktunya untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat. Banyak yang memilih menghabiskan waktunya untuk mengeluh, mengeluarkan unek-unek hati, ngomongin orang, dibanding pakai waktunya untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat.

Ada yang begitu bangun tidur, langsung pegang HPnya. Tau-tau 30 menit lewat gitu aja, padahal 30 menit itu bisa dipakai untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat.

Ada yang prioritas dalam 1 harinya adalah hal sia-sia. Sehingga, 1 hari lewat gitu aja. 1 hari jadi 1 minggu. 1 minggu jadi 1 bulan. Dan akhirnya berbulan-bulan hidupnya hanya lewat gitu aja. Nah itu semua adalah hal yang salah dan harus diubah. Baiknya, Prioritaskan hal-hal baik, supaya kualitas hidup ikutan membaik.

Cara kita mengatur prioritas, bisa terlihat pada aktivitas kita sehari-hari. Jika aktivitas kita berkualitas, maka hidup akan ikut berkualitas. Tapi jika aktivitas kita isinya hal-hal negatif, maka hidup akan ikut negatif.

Jadi kesimpulannya. . .

KUALITAS HIDUP SESEORANG, TERCERMIN DARI KUALITAS PRIORITASNYA

Dalam bisnis juga begitu. Ada yang mau bisnisnya berubah jadi lebih baik? Maka ubah prioritasnya. Kalau bermasalah pada penjualan, prioritaskan traffic. Kalau penjualan sudah mulai stabil, prioritaskan repeat order. Kalau sudah punya pelanggan, prioritaskan bangun tim.

Kalau sudah ada tim, prioritaskan bangun sistem.Dan lain-lain. Banyak pengusaha prioritasnya ngaco. Salesnya bermasalah, eh yang diprioritasin main-main. Pelanggannya sudah banyak, eh gak bangun tim. Wajar kalau bisnis gak tumbuh, karena salah prioritas.

Jadi, yuk diubah prioritasnya.

Hal-hal yang berdampak pada masa depan kita, taruh diurutan pertama untuk dikerjakan. Pakai waktunya buat hal yang penting dan mendesak. Yang gak mendesak dan gak penting, taruh diurutan terakhir. Konsisten lakukan itu.

Kami paham sulitnya disiplin melakukan itu. Percayalah, kami tahu bosannya melakukan hal yang membuat kita tumbuh. Kami tahu tekanannya seperti apa.

Tapi mau gimana lagi. Pilihannya hanya 2. Sakitnya disiplin atau pedihnya penyesalan. Lebih baik menahan sakitnya disiplin. Daripada menanggung pedihnya penyesalan.

 

Oleh:

Tim entrepreneurID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.